Ada Bau Mistis Dalam Tradisi Paliare, Tapi Menjadi Sensus Penduduk Cara 'Baghi'
Sesepuh Desa Muara Dua Kecamatan Nasal saat ritual besebut dalam Tradisi Paliare, Kamis 25 Juni 2026.--
NASAL – Tradisi Paliare merupakan kegiatan rutin dilakukan warga Desa Muara Dua Kecamatan Nasal setiap 10 Muharam.
Tradisi Paliare ini terkesan seperti Tabut di Kota Bengkulu, hanya saja dalam prosesnya berbeda.
Pada Tabut 10 Muharam, jadwal pembuangan Tabut yang dibuat keluarga tertentu.
Sedangkan di Desa Muara Dua 10 Muharam prosesnya hanya melakukan berdoa dan proses menjampi air yang digunakan warga untuk dibuat untuk cuci muka dan prihal lain.
BACA JUGA:Usulan Pelabuhan Nelayan Tradisional Batu Lungun Mulai Dipetakan dengan Drone
BACA JUGA:Sidak Pasar Tradisional, Bulog Bengkulu Pastikan Stok Minyakita Aman dan Penjulan Sesuai HET
Sebab diyakini, air yang sudah diritual itu akan mengandung berkah.
Tapi perlu diketahui, dalam proses Paliare ada kegiatan yang panjang.
Sehari sebelum kegiatan (9 Muharam) warga melemang, sebab lemang ini akan dibawa di acara ini.
Bukan hanya untuk jadi santapan semata, tapi akan menjadi simbol tertentu.
BACA JUGA:Mengenal Bebek Songkem Kuliner Nusantara Khas Madura yang Sarat Nilai Tradisi
BACA JUGA:Senjata Tradisional Asal Padang, Ada Klewang yang Mematikan
Paliare Berbau Mistis
Perlu diketahui, Tradisi Paliare akan terus dilakukan di Desa Muara Dua Kecamatan Nasal.
Sebab diyakini tradisi ini mengandung makna yang mendalam, bahkan menyangkut keberkahan desa dan warganya.