Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Harga Sawit Terjun Bebas, Petani Mulai Panik, Pabrik Tutup Pembelian

Harga TBS terus mengalami penurunan sejak Rabu malam, 20 Mei 2026.--

"Agak terkejut juga dapat kabar harga kepala sawit ini turun om. Turunnya harga kelapa sawit ini terasa sekali dengan kami petani ini, minta-minta ke depan harga normal lagi," katanya. 

Sebagai informasi, pemerintah pusat sebelumnya mengumumkan kebijakan baru terkait tata kelola ekspor sumber daya alam strategis. Dalam kebijakan tersebut, penjualan komoditas seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloys diwajibkan dilakukan melalui Danantara sebagai pengekspor tunggal.

Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah pemerintah dalam memperkuat pengawasan dan tata niaga ekspor komoditas strategis nasional. Namun di sisi lain, pengumuman kebijakan itu langsung berdampak terhadap harga TBS sawit di tingkat pabrik dan petani, termasuk di Kabupaten Kaur. 

Sejumlah Pabrik Tutup, Petani Sawit Panik 

Di Kabupaten Bengkulu Selatan, harga pembelian TBS kelapa sawit dilaporkan turun drastis hanya dalam hitungan jam. Penurunan harga sawit Bengkulu Selatan cukup tajam itu membuat para petani mulai resah karena dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap pendapatan mereka.

Jika sebelumnya harga sawit masih berada di angka Rp 2.200 per kilogram pada Rabu malam, 20 Mei 2026 hingga sekitar pukul 22.00 WIB, kini harga tersebut merosot tajam tinggal Rp1.700 per kilogram pada Kamis pagi, 21 Mei 2026 hingga pukul 17.23 WIB. 

Kondisi tersebut dibenarkan oleh pemilik ramp sawit di Desa Talang Padang, Kecamatan Pino Raya, Rezan Okta Wesa. Ia mengaku penurunan harga kali ini menjadi salah satu yang paling mengejutkan karena berlangsung sangat cepat dan membuat para pelaku usaha sawit maupun petani tidak bisa berbuat banyak.

“Benar, harga TBS sekarang turun drastis. Tadi pagi harga beli tinggal Rp1.700 per kilogram. Padahal malam sebelumnya masih Rp2.200 per kilogram. Penurunannya cukup besar dan kemungkinan masih bisa turun lagi,” ujar Rezan.

Menurutnya, anjloknya harga sawit tidak terlepas dari kondisi pabrik pengolahan kelapa sawit di Bengkulu Selatan yang saat ini mulai membatasi penerimaan buah dari masyarakat. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kini hanya satu perusahaan yang masih aktif menerima pembelian TBS dari petani.

“Mengingat sekarang informasi yang kami dapat, di Bengkulu Selatan tinggal satu pabrik lagi yang masih buka pembelian TBS, yaitu PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS). Sementara PT Bengkulu Selatan Lestari (BSL) kabarnya sudah tidak menerima pembelian lagi,” jelasnya.

Situasi ini membuat para petani sawit semakin khawatir. Sebab apabila hanya satu pabrik yang menerima buah sawit, maka otomatis pasokan akan menumpuk dan harga berpotensi kembali turun akibat tingginya jumlah buah yang masuk dibanding kapasitas pabrik.

Tidak sedikit petani yang mulai mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka mengaku pendapatan hasil panen terancam merosot drastis, sementara biaya operasional kebun seperti pupuk, perawatan, hingga ongkos panen terus mengalami kenaikan.

Di sisi lain, pihak perusahaan pengolahan kelapa sawit (PKS) juga mengakui adanya tekanan besar terhadap harga sawit saat ini. Penurunan harga disebut berkaitan dengan kebijakan terbaru pemerintah pusat terkait tata niaga ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Humas PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS), Gultom, membenarkan bahwa kebijakan pemerintah yang mewajibkan ekspor CPO dilakukan melalui satu pintu BUMN memberikan dampak besar terhadap harga sawit di berbagai daerah, termasuk di Bengkulu Selatan.

“Kebijakan terbaru pemerintah pusat memang sangat berpengaruh terhadap harga sawit saat ini. Harga CPO terus mengalami penurunan dan itu berdampak langsung terhadap harga beli TBS di daerah,” terang Gultom.

Ia mengaku pihak perusahaan saat ini juga mengalami kesulitan dalam menentukan harga pembelian sawit dari masyarakat. Sebab perubahan harga CPO di tingkat nasional terjadi sangat cepat dan membuat perusahaan harus melakukan penyesuaian setiap saat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan