Akses Jalan Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Perhatikan Peringatan BPBD
Material longsor di Ulu Manna berupa tanah sempat menutup badan jalan dan akses jalan sempat lumpuh sehingga aktivitas warga terganggu. Sumber foto : ROHIDI/RKa--
BENGKULU SELATAN (BS) - Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten BS, memicu terjadinya bencana tanah longsor di Desa Kayu Ajaran atau kawasan Geluguran, Selasa 12 Mei 2026.
Material longsoran berupa tanah dengan tinggi timbunan sekitar 1,5 meter dan lebar kurang lebih lima meter sempat menutup badan jalan dan akses jalan sempat lumpuh sehingga aktivitas warga terganggu.
Peristiwa tersebut langsung mendapat penanganan cepat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD BS setelah menerima laporan kejadian sekitar pukul 08.45 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan kebencanaan dan berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk meminta bantuan alat berat.
Kepala BPBD BS Nusadian Esa Putra melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Akisar Diardi menjelaskan, longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup lama mengguyur kawasan Ulu Manna. Kondisi tanah yang tidak mampu menahan debit air tinggi menyebabkan tebing di sekitar jalan mengalami longsor dan menutup badan jalan.
“Hujan dengan durasi cukup panjang membuat struktur tanah menjadi labil sehingga terjadi longsor dan menutup akses masyarakat,” ujar Akisar.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan dari warga, tim BPBD langsung melakukan persiapan personel dan peralatan untuk menuju lokasi bencana. Penanganan dilakukan agar akses jalan yang tertutup material tanah dapat segera dibuka dan aktivitas warga kembali normal.
Sekitar pukul 11.40 WIB, TRC BPBD BS bersama pihak BWS tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan proses evakuasi material longsor. Dalam proses tersebut, petugas menggunakan alat berat jenis loader milik BWS untuk mempercepat pembersihan tanah yang menutupi badan jalan.
Menurut Akisar, proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Petugas berjibaku membersihkan tumpukan tanah agar kendaraan masyarakat dapat kembali melintas dengan aman.
“Alhamdulillah proses penanganan berjalan lancar dan material longsor berhasil dibersihkan,” katanya.
Dalam kegiatan penanganan tersebut turut hadir Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD BS, Kasi Kedaruratan dan Logistik, serta pihak dari BWS yang membantu proses evakuasi di lapangan.
BPBD mencatat proses pembersihan material longsor selesai sekitar pukul 13.38 WIB. Setelah akses jalan kembali terbuka, tim TRC BPBD kemudian kembali ke Posko BPBD Bengkulu Selatan untuk melanjutkan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material. Meski demikian, BPBD Bengkulu Selatan tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena wilayah Kecamatan Ulu Manna hingga saat ini masih diguyur hujan.
Akisar mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di lokasi rawan bencana seperti dekat tebing, pohon besar, maupun aliran sungai ketika hujan deras berlangsung. Menurutnya, kondisi cuaca yang masih tidak menentu dapat memicu terjadinya longsor maupun bencana lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan deras. Hindari berada di dekat tebing, pohon besar, dan sungai demi keselamatan,” jelasnya.