425 Nelayan Bengkulu Selatan Masuk Program Asuransi, di APBD 2026
Tercatat, setidaknya ada 425 nelayan Bengkulu Selatan yang terdaftar dan masuk dalam program asuransi.--
Anggaran tersebut diharapkan mampu mempertahankan bahkan memperluas cakupan perlindungan bagi nelayan di BS, terutama bagi mereka yang benar-benar aktif melaut dan menggantungkan penghidupan utama dari sektor perikanan tangkap.
Namun demikian, Nengsi menegaskan tidak semua nelayan dapat menjadi penerima manfaat program ini. Salah satu syarat utama adalah batasan usia.
Nelayan yang dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan maksimal berusia 65 tahun.
“Jika usia nelayan sudah melewati batas tersebut, maka secara aturan mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” terang Nengsi.
Kebijakan batasan usia ini, lanjutnya, mengikuti ketentuan yang berlaku dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mencari alternatif kebijakan lain guna mendukung kesejahteraan nelayan lanjut usia melalui program berbeda.
Tak hanya berfokus pada perlindungan keselamatan kerja, Dinas Perikanan BS juga tengah merancang berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.
Salah satunya melalui penyediaan bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan melaut.
Saat ini, Dinas Perikanan sedang menjajaki kemungkinan pengusulan bantuan alat tangkap ikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menekan biaya operasional.
“Kami ingin nelayan tidak hanya terlindungi dari risiko kerja, tetapi juga didukung dari sisi produksi. Dengan alat tangkap yang memadai, produktivitas nelayan bisa meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga mereka,” kata Nengsi.
Ia menambahkan, sinergi antara perlindungan asuransi dan bantuan sarana produksi menjadi kunci penting dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di BS.
Pemerintah daerah berharap, ke depan nelayan dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki jaminan keselamatan serta dukungan alat kerja yang layak.
“Harapan kami, program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak nelayan. Pemerintah daerah akan terus berupaya agar nelayan Bengkulu Selatan semakin sejahtera dan terlindungi,” pungkas Nengsi.*