Target Dua Tahun Kaur Zero Waste, DLH Kaur Gandeng Desa Bangun TPSU
Kepala DLH Kaur Junaidi, ST, MM ajak desa bangun TPSU dan Perdes sampah demi kaur zero waste, Jumat 21 November 2025.-Sumber Foto: REGA/RKa-
NASAL – Upaya untuk mendapatkan status kabupaten zero waste (nol sampah) atau kampung tanpa sampah terus dilakukan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kaur melakukan berbagai inovasi.
Selain memaksimalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mereka juga meminta seluruh desa di Kabupaten Kaur menyediakan Tempat Pembuangan Sampah Umum (TPSU) di masing-masing desa.
BACA JUGA:Respon Cepat, DLHK Turunkan Excavator Bersihkan Tumpukan Sampah Liar di Jalan Linta Manna-Bengkulu
BACA JUGA:DLH Kaur Terima Hibah Amrol Sampah, Penempatan Tunggu Arahan Bupati
Tidak hanya itu, desa juga diminta membuat Perdes tentang larangan membuang sampah sembarangan sebagai dukungan terhadap program zero waste.
Kepala DLH Kaur, Junaidi, ST, MM mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan Indonesia bebas sampah pada tahun 2029.
Kini KLHK mengawasi 343 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk menghentikan praktik pembuangan terbuka.
BACA JUGA:DLH Kaur Kaji Pengelolaan Sampah Plastik Jadi Biji Plastik, Tambah PAD dan Penghasilan Warga
BACA JUGA:Desa Trijaya Usulkan Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah ke DLH Kaur
Karena itu, pihaknya meminta seluruh desa di Kabupaten Kaur agar dapat membangun TPSU masing-masing.
Dengan kerja sama yang baik, Kabupaten Kaur tidak hanya mendukung program pemerintah pusat, tetapi juga mewujudkan cita-cita sebagai kabupaten zero waste.
“Sampah memang masih menjadi persoalan sulit karena kesadaran masyarakat masih rendah. Namun melalui dorongan dan penerapan Perdes, semua yang sulit akan menjadi lebih mudah. Kami berharap Pemerintahan Desa di Kabupaten Kaur dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk mensukseskan program pemerintah pusat sekaligus mewujudkan Kaur zero waste,” terangnya.
Junaidi menargetkan Kabupaten Kaur bisa meraih status zero waste dalam dua tahun ke depan. Karena itu, mereka kini berupaya semaksimal mungkin dalam pengelolaan sampah.