Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Bengkulu Darurat BBM, Kendaraan Nakal Bisa Dicabut Barcodenya

Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bengkulu Selatan terus menghantui masyarakat pengguna kendaraan.-Sumber Foto: ROHIDI/RKa-

Rifai menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina untuk mencari solusi konkret.

Ia berharap, dalam waktu dekat pasokan BBM ke BS dapat ditambah agar antrean panjang di SPBU segera berkurang.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Pertamina agar penyaluran BBM ditambah. Mudah-mudahan langkah ini bisa segera mengurangi antrean dan membantu masyarakat,” ucapnya.

Namun, Bupati Rifai juga menyoroti adanya dugaan praktik tidak sehat di lapangan. Ia menilai, masih ada oknum yang melakukan pengisian bahan bakar berulang kali dengan kendaraan yang sama untuk tujuan spekulatif. Guna mencegah hal ini, pemerintah daerah berencana melakukan penertiban ketat.

“Kalau nanti ditemukan kendaraan yang bolak-balik isi minyak setiap hari, akan kami tindak. Kita bisa minta Pertamina untuk mencabut barcode kendaraan tersebut. Ini langkah tegas agar tidak ada yang bermain-main di tengah situasi sulit seperti ini,” tegas Rifai.

Selain penertiban, Rifai juga mengimbau masyarakat untuk saling memahami dan tidak menimbun bahan bakar.

Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama agar stok yang tersedia dapat dibagi secara adil bagi semua pengguna. Pemerintah, kata Rifai, terus berupaya menormalkan distribusi melalui komunikasi aktif dengan pihak-pihak terkait, termasuk aparat keamanan dan pengelola SPBU.

“Kami mohon masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu. Pemerintah sedang bekerja keras agar distribusi kembali lancar dan semua warga bisa beraktivitas seperti biasa,” tutup Bupati.

Meski langkah-langkah penyelesaian masih terus diupayakan, kehadiran dan empati langsung dari orang nomor satu di Bengkulu Selatan itu memberi harapan baru bagi warganya.

Di tengah kelangkaan dan antrian yang tak kunjung usai, tindakan Bupati Rifai yang ikut merasakan penderitaan rakyatnya menjadi simbol kepemimpinan yang membumi, turun ke lapangan, melihat langsung, dan berusaha mencari solusi nyata bagi masyarakat.*

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan