Identitas Mayat Belum Terungkap, Polres Kaur Lakukan Ini
Kasat Reskrim AKP Todo Rio Tambunan, STh, MTh menjelaskan langkah yang akan dilakukan dalam menangani kasus penemuan mayat mister X, Rabu, 21 Mei 2025-Sumber Foto: koranradarkaur.id-
Berdasarkan perkiraan medis, Mr. X diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB atau sekitar 8 jam sebelum proses visum dilakukan. Hal ini diperkuat dengan kondisi jenazah yang belum sepenuhnya kaku saat diperiksa. Informasi dari warga menyebutkan, sebelum ditemukan meninggal, Mr. X sempat terlihat tidur di lokasi kejadian dengan beralaskan spanduk. Namun, tidak ada seorang pun yang mengenali siapa dia dan dari mana asalnya.
Berbagai spekulasi pun bermunculan di tengah masyarakat. Sebagian menduga korban dibuang oleh keluarganya karena menderita penyakit. Dugaan ini muncul karena korban menggunakan pampers dan tidak membawa barang pribadi apapun.
Ada juga yang berpendapat, korban mungkin telah diusir oleh keluarganya. Spekulasi lain menyebutkan selain sakit secara fisik, korban juga mengalami kebingungan atau gangguan daya ingat hingga lupa jalan pulang.
Sementara itu, sebagian warga juga beranggapan bahwa Mr. X bukan merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Marena menurut asumsi mereka, ODGJ tidak mungkin menggunakan pampers sebagaimana yang dikenakan korban.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian Mr. X. Polisi juga berencana memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk melacak dari arah mana korban datang sebelum ditemukan meninggal dunia di Kecamatan Nasal.
Kapolres Kaur AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.IK, MH melalui Kapolsek Muara Nasal Iptu Susanto, S.IKom membenarkan, jenazah korban sudah dikirim ke RSUD Hasanuddin Damrah Bengkulu Selatan untuk disimpan cold storage. Dikatakannya, sampai sekarang belum ada masyarakat atau pihak keluarga yang menghubungi pihaknya mengenai penemuan jenazah tersebut.
"Iya, sampai sekarang belum ada warga yang melapor kepada kami mengenai kehilangan keluarga," tuturnya.
Terpisah, Sekdes Tebing Rambutan Kecamatan Nasal Janidi TrIsno mengatakan, jenazah yang ditemukan di dekat jembatan meluang perbatasan Desa Pasar Baru dan Desa Tebing Rambutan tersebut, bkan merupakan warganya. Dirinya mengaku, masyarakat tidak ada yang mengenali identitas jenazah tersebut.
"Betul ada penemuan jenazah tanpa identitas di desa kami. Tapi jenazah tersebut bukan warga kami," terangnya.*