Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Pemprov Bengkulu Percepat Distribusi Benih, Begini Penjelasan Kadis TPHP Bengkulu

Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita menyampaikan tengah menggenjot penyaluran distribusi benih padi dan jagung, Minggu 26 April 2026. Sumber Foto: SAPRIAN/RKa --

BENGKULU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) terus mempercepat penyaluran bantuan  distribusi benih padi dan jagung dari pemerintah pusat kepada petani.

Ini sebagai langkah strategis menjaga produktivitas pangan daerah pada musim panen mendatang.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita menyampaikan hingga tahun 2026, realisasi distribusi benih menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada musim tanam kedua (MT II). 

"Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah agar bantuan tepat waktu dan berdampak langsung terhadap hasil produksi petani," kata Sri.

Lebih lanjut, Sri merinci untuk komoditas padi, dari total alokasi 750.500 kilogram yang diproyeksikan untuk lahan sekitar 30 ribu hektare, realisasi telah mencapai 566.250 kilogram atau mencakup 22.650 hektare. 

"Sisa sebanyak 184.250 kilogram akan segera disalurkan pada tahap berikutnya," lanjut Sri.

Sementara itu, Sri mengatakan untuk benih jagung, dari total alokasi 156.795 kilogram untuk lahan seluas 10 ribu hektare, realisasi baru mencapai 47.295 kilogram yang telah ditanam di 3.154 hektare. 

"Artinya, masih tersedia 109.500 kilogram benih yang akan didistribusikan dalam waktu dekat," kata Sri.

Adapun, Sri mengatakan percepatan distribusi bantuan bibit di petani ini dapat menjadi prioritas agar musim tanam kedua dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

“Penyaluran benih kita dorong terus agar seluruh alokasi bisa terserap maksimal. Target kami, semuanya tuntas pada musim tanam kedua sehingga tidak ada lahan yang terlewat,” ujarnya.

Sri juga  mengatakan, pola distribusi dilakukan berbasis kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar pembagian merata. Penyaluran dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesiapan lahan di masing-masing daerah.

“Kami menyalurkan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Ini penting agar benih yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh petani,” tambahnya.

Bagi kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan, pihaknya membuka peluang pengajuan melalui mekanisme resmi. Usulan dapat diajukan melalui skema Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) melalui penyuluh dan dinas kabupaten/kota.

“Semua usulan yang masuk akan kami verifikasi. Data CPCL nantinya direkap oleh provinsi sebelum diajukan ke kementerian terkait agar penyaluran berikutnya tepat sasaran,” jelasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan