Berhasil Memberdayaan IRT Bantul Lewat Olahan Kacang Koro, Pertamina: CSR Siap Diterapkan di Bengkulu
Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berhasil dalam memberdayakan masyarakat Bantul, Kamis 06 November 2025--
"Alhamdulillah, penghasilan ibu-ibu sudah hampir mendekati UMR. Kalau sebelumnya ibu-ibu hanya di rumah, sekarang sudah ada penghasilan tetap," terang Winarti.
Winarti mengatakan, kesuksesan olahan kacang koro itu, tak lepas dari inovasi produk yang telah berjalan sejak dimulai ini awalnya hanya memproduksi tempe koro mentah.
Kini, berbagai aneka olahan telah lahir. Bahkan mulai dikenal sebagai salah satu makanan khas baru dari Jogja.
"Ada tempe koro mentah, tempe koro bacem frozen, kripik tempe koro, bakpia koro, sampai cookies kacang koro original dan coklat. Kami juga buat sari koro, seperti susu kedelai," tambahnya.
Winarti menceritakan, kelompok ini terbentuk murni atas inisiasi CSR Pertamina. Awalnya, para ibu-ibu ditawari untuk mengolah tempe dari kacang koro. Sebagai alternatif tempe kedelai pada umumnya.
"CSR datang memberikan pelatihan, alat-alat, dan kami akhirnya bisa produksi. Tapi awalnya agak kesulitan menawarkan. Karena buat tempe saja tidak cukup," tuturnya.
Melihat tantangan itu, Winarti menjelaskan, Pertamina kembali memberikan pelatihan lanjutan untuk membuat olahan turunan, seperti keripik tempe. Seiring berjalannya waktu, produk pun terus bertambah.
"Jadi sekarang sudah banyak jenis olahan kacang koro," tambahnya.
Tantangan berikutnya, menurut Winarti, adalah bahan baku. Awalnya, kelompok kebingungan mencari pasokan kacang koro. Solusinya, para ibu-ibu memutuskan untuk tanam sendiri, di sekitar Sungai Progo.
"Dialiran sungai Progo itu ada tanah, kami tanami, dan hasilnya bagus. Sekarang sudah sekitar 15 hektar lahan untuk kacang koro. Akhirnya kami tidak bingung cari bahan baku lagi," paparnya.
Keunikan kacang koro terletak pada proses pengolahannya. Winarti menjelaskan, kacang koro yang awalnya tumbuh liar, secara alami mengandung racun sianida ringan. Untuk menghilangkannya, diperlukan proses yang panjang dan telaten.
"Kacang harus direndam 3 hari, dan setiap 6 jam sekali wajib ganti air. Lalu direbus, dan direndam lagi sampai busanya benar-benar hilang. Tandanya sianida hilang itu busanya sudah tidak ada," terang Winarti.
Winarti menjelaskan, lewat proses panjang inilah yang membuat harga produk kacang koro lebih tinggi dibanding kedelai. Namun, nilai tambahnya sepadan dengan proses pengolahannya.
"Produk ini anti alergi, tidak mengandung purin tinggi. Jadi aman untuk penderita asam urat. Produk kami sudah diuji lab," tambahnya.
Winarti menjelaskan, saat ini permintaan datang dari berbagai penjuru. Tidak hanya dari kalangan ibu-ibu di Jogja, tapi juga dari luar negeri seperti Korea dan Malaysia.