Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Api Lama Belum Padam, Konflik Lahan Perkebunan Kian Rumit, DPRD BS : Respons Pemda Lamban

Hingga menjelang akhir tahun 2025, api lama belum padam konflik lahan perkebunan kian rumit. Sumber foto : ROHIDI/RKa--

BACA JUGA:Oppo Find X9 Pro Vs Vivo X300 Pro Duel Flagship Rp 12 Jutaan, Siapa yang Paling Tangguh

Ketua DPRD itu juga mendorong Pemerintahan Bupati H. Rifai Tajuddin dan Wakil Bupati Yevri Sudianto agar mengambil langkah tegas dan terukur untuk menyelesaikan persoalan antara warga dengan perusahaan.

Ia meminta agar Pemkab, DPRD, dan aparat penegak hukum bekerja secara terpadu mencari solusi permanen, bukan hanya janji sesaat.

“Sudah beberapa kali masyarakat melaporkan adanya tindakan kekerasan dan intimidasi dari pihak perusahaan, tetapi belum ada langkah konkret dari pemerintah maupun aparat hukum. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Juli.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran negara dalam memberikan rasa aman bagi petani.

BACA JUGA:Oppo Reno 12 Pro 5G Tawarkan Kecerdasan Desain dan Performa Tingkat Atas

Pemerintah daerah, menurutnya, tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan masyarakat yang kehilangan lahan dan penghidupan akibat konflik agraria yang tak kunjung tuntas.

Di sisi lain, Rusli, salah satu perwakilan petani dari Kecamatan Pino Raya, menyampaikan keluhannya terhadap sikap pemerintah yang dinilai masih pasif.

Ia berharap Pemda Bengkulu Selatan lebih berpihak kepada rakyat kecil yang selama ini hanya ingin bekerja di tanah sendiri tanpa rasa takut.

“Kalau pemerintah tegas sejak awal, pasti tidak akan ada konflik sepanjang ini. Kami tidak minta banyak, hanya ingin hidup tenang dan bekerja di lahan yang sudah turun-temurun kami kelola,” ungkap Rusli.

BACA JUGA:Kelebihan dan Kekurangan Smartphone Oppo Find X2 Pro, Yuk Simak di Sini!

Menurutnya, petani tidak pernah berniat menentang aturan atau melawan hukum, melainkan hanya mempertahankan hak yang mereka yakini sah.

Ia menegaskan bahwa ketimpangan antara kekuatan modal perusahaan dan kelemahan posisi rakyat kecil membuat petani sering kali menjadi korban.

“Kami bukan pihak yang mencari masalah. Justru kami korban dari sistem yang lebih memihak pada mereka yang berkuasa. Negara seharusnya melindungi rakyat kecil, bukan membiarkan mereka tersisih,” tegasnya.

Konflik agraria di Pino Raya kini menjadi simbol lemahnya penegakan keadilan bagi petani lokal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan