Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Tak Menyerah, Pencarian Balita Malang Terus Diperluas, Tim Gabungan Libatkan Nelayan dan BPBD Kaur

Pencarian balita malang diperluas hingga ke laut Kaur, Kamis 23 Oktober 2025.-Sumber Foto: ROHIDI/RKa-

Dalam suasana harap cemas, pihak keluarga korban juga berusaha dengan cara lain. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga mendatangkan orang pintar untuk membantu memberikan petunjuk lokasi keberadaan korban. Menurut keterangan dari orang pintar tersebut, korban belum masuk ke laut dan diduga masih berada di sekitar kawasan sungai kecil dekat pantai.

Ia menyebut bahwa sang balita disembunyikan oleh makhluk tak kasat mata di area tersebut. Petunjuk inilah yang kemudian menjadi pertimbangan tambahan bagi tim pencarian. Meski tidak seluruh anggota tim mengaitkan hal tersebut dengan faktor gaib. Namun demi menghormati permintaan keluarga, pencarian di area sungai kecil kembali diintensifkan.

Baju dan Celana Korban Ditemukan

Sejak dilaporkan hilang, seluruh tim bergerak cepat melakukan pencarian. Dalam proses pencarian terhadap korban, tim gabungan sempat menemukan beberapa tanda-tanda yang mengarah kepada korban. Tanda pertama, adanya jejak kaki korban di sekitar lokasi korban dikabarkan hilang. Kemudian, tanda kedua tim diketahui menemukan adanya baju dan celana korban di sekitar lokasi.

Kronologis Kejadian

Sebelumnya, peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Informasi pertama kali diterima oleh Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Bengkulu Selatan. Setelah mendapat laporan dari seorang warga bernama, Guslaini (40) petani asal Gunung Ayu yang juga menjadi saksi sekaligus pelapor kejadian.

Menurut laporan resmi BPBD, awalnya korban ikut orang tuanya ke kebun untuk memanen jagung. Saat orang tua tengah beristirahat dan makan siang, bocah tersebut tiba-tiba tidak terlihat di sekitar lokasi. Panik, keluarga dan warga sekitar langsung melakukan pencarian di area kebun dan ke arah pantai terdekat.

Beberapa saat kemudian, warga menemukan jejak kaki kecil yang mengarah ke arah laut. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa Elgio kemungkinan terseret arus saat mendekat di bibir pantai tersebut.

Mendapatkan laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bengkulu Selatan segera berkoordinasi dengan BASARNAS, POLAIR, Polres Bengkulu Selatan, serta melibatkan masyarakat sekitar untuk melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai.

“Kami sudah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur terkait. Pencarian dilakukan dengan menyusuri bibir pantai,” ujar Kalaksa BPBD Bengkulu Selatan Hen Yepi.

Menurutnya, cuaca di wilayah Bengkulu Selatan beberapa hari terakhir memang cenderung buruk. BPBD Bengkulu Selatan mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama para orang tua yang membawa anak kecil ke area sungai, sawah, atau kebun dan pantai.

“Cuaca di Bengkulu Selatan dalam kondisi tidak menentu. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar sungai dan pantai tanpa pengawasan,” lanjut Hen Yepi.*

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan