Ramadan, ULP PLN Bintuhan Ubah Skema Pemeliharaan Jaringan Listrik

Ramadan, ULP PLN Bintuhan Ubah Skema Pemeliharaan Jaringan Listrik

Selasa 17 Feb 2026 - 17:47 WIB
Reporter : Rega Jusa
Editor : Dedi Julizar

BINTUHAN – Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bintuhan mengubah skema pemeliharaan jaringan listrik selama bulan Ramadan 2026.

Jika sebelumnya pekerjaan pemeliharaan dilakukan dengan sistem pemadaman untuk menghindari risiko kecelakaan kerja, pada ramadan tahun ini sebagian besar pemeliharaan akan dilaksanakan tanpa pemadaman listrik.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Pada minggu pertama ramadan, ULP PLN Bintuhan akan melaksanakan pemeliharaan jaringan dengan metode tanpa padam. Langkah ini difokuskan pada antisipasi gangguan yang disebabkan hewan maupun faktor teknis lainnya yang berpotensi mengganggu distribusi listrik.

Sementara itu, pemeliharaan dengan skema pemadaman tetap akan dilakukan pada akhir Februari hingga 6 Maret 2026. Namun, durasi pemadaman dibatasi maksimal dua jam dan tidak dilakukan hingga sore hari, sehingga diharapkan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala ULP PLN Bintuhan, Tiar Harris memastikan, selama ramadan pasokan listrik di Kabupaten Kaur dalam kondisi normal dan aman. Dia menjelaskan, sejak diresmikannya Gardu Induk (GI) 150 kV Manna–Bintuhan, sistem kelistrikan di wilayah tersebut semakin andal dan mampu meminimalisir gangguan jaringan.

Meski demikian, kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini meningkatkan potensi gangguan akibat faktor alam, seperti pohon tumbang atau gangguan lainnya pada jaringan distribusi. Karena itu, pola pemeliharaan disesuaikan agar tetap mengutamakan keandalan pasokan listrik tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.

“Untuk minggu pertama Ramadan kegiatan pemeliharaan akan dilakukan tanpa padam. Untuk minggu akhir Februari sampai tanggal 6 Maret baru kami akan lakukan pemeliharaan dengan padam, namun durasinya tidak terlalu lama, maksimal dua jam,” jelasnya.

Selain itu, Tiar juga mengajak masyarakat Kabupaten Kaur untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasokan listrik. Dia berharap warga segera melaporkan kepada petugas PLN apabila melihat atau mengetahui adanya gangguan listrik di lingkungan sekitar. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar proses penanganan dan pemulihan gangguan dapat dilakukan dengan cepat. 

"Dengan kerja sama antara PLN dan masyarakat, diharapkan pasokan listrik selama Ramadan tetap terjaga sehingga aktivitas ibadah dan kegiatan sehari-hari dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti," tutup dia.

Kategori :