MAJE – Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Kabupaten Kaur akan melakukan pendataan terhadap jumlah desa di Kabupaten Kaur yang memiliki pojok baca atau perpustakaan desa.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program literasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia dapat sampai ke pelosok desa dengan tepat sasaran.
Selain itu, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak dari belum tersedianya fasilitas literasi di desa-desa.
BACA JUGA:Pemenang Lomba Bertutur Perpusipda Diminta Serahkan Rekening, Cek Kegunaannya di Sini!
BACA JUGA:Dinas Perpustakaan Kaur Dorong Sekolah Gelar Kegiatan Belajar di Perpusda, untuk Tingkatkan Literasi
Yunianti C. HP Relima Kabupaten Kaur menjelaskan, pendataan menjadi langkah awal untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di desa yang belum memiliki ruang baca memadai.
Menurut Yunianti, data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar bagi Perpusnas dan pemerintah daerah untuk merancang program literasi yang lebih efektif.
Langkah ini diharapkan mendorong setiap desa menyediakan ruang baca yang memadai sebagai sarana belajar bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat umum.
Dengan adanya pojok baca atau perpustakaan desa, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi, literatur pendidikan, dan kegiatan belajar-mengajar.
BACA JUGA:Edukasi dan Tingkatkan Minat Baca, SDIT Kunjungi Disperpusip Kaur
BACA JUGA:Demi Perpusdes Dapatkan Bantuan Buku Bacaan, Langkah Disperpusip Kaur Mantap!
"Kami ingin mengetahui kondisi nyata di lapangan. Apakah desa sudah memiliki pojok baca atau perpustakaan desa, serta apa kendala yang membuat fasilitas ini belum tersedia. Dengan data ini, program literasi bisa lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain pendataan, Relima juga berencana memberikan pelatihan kepada pengelola pojok baca dan perpustakaan desa nantinya. Pelatihan ini mencakup cara mengelola koleksi buku, memfasilitasi kegiatan literasi, dan membangun minat baca masyarakat.
Dengan demikian, fasilitas literasi yang ada tidak hanya tersedia, tetapi juga aktif digunakan dan bermanfaat bagi warga desa. Yunianti menambahkan keterlibatan relawan menjadi hal penting dalam mendukung program ini.
“Kami berharap relawan literasi dapat bekerja sama dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk memastikan setiap anak dan warga desa mendapat akses baca yang layak. Ini bagian dari upaya membangun budaya literasi sejak dini,” ujarnya.