BINTUHAN – Dalam upaya mendukung Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kabupaten Kaur, Danramil 408-04 Kaur Selatan, Mayor Inf. Henry Marpaung mengajak para petani dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Lahan tersebut ditanami berbagai jenis sayuran dan buah.
Langkah ini diharapkan mampu mendukung ketersediaan bahan pangan lokal yang sehat, segar, dan bernilai ekonomi.
Mayor Henry Marpaung menyampaikan, masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada hasil pertanian skala besar. Tetapi juga bisa mengoptimalkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif.
Ia mendorong warga untuk menanam komoditas seperti cabai keriting, semangka, wortel, dan kacang panjang.
Jenis tanaman ini memiliki nilai jual tinggi dan bisa menjadi suplai langsung ke dapur program MBG di Kabupaten Kaur.
Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan tidak hanya membantu ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Dengan menanam sayur dan buah sendiri, warga dapat memenuhi kebutuhan dapur tanpa bergantung pada pasar sekaligus mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil panen.
“Jika masyarakat bisa menanam sendiri, selain kebutuhan rumah tangga tercukupi, hasil panennya juga dapat dijual ke dapur MBG. Ini sangat membantu agar bahan makanan yang disediakan tetap segar dan bersumber dari petani lokal,” ujarnya.
Program MBG di Kabupaten Kaur saat ini fokus pada penyediaan bahan makanan bergizi bagi pelajar sekolah.
Karena itu, dukungan masyarakat dan petani lokal sangat dibutuhkan agar pasokan bahan pangan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Mayor Henry juga menegaskan, jajaran Koramil siap mendampingi masyarakat melalui kegiatan pendampingan pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan bibit, hingga perawatan tanaman.
Dengan demikian, lahan pekarangan yang selama ini dibiarkan kosong dapat disulap menjadi sumber pangan dan penghasilan baru bagi keluarga.
"Saya berharap langkah ini dapat menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah Kecamatan Kabupaten Kaur. Sehingga program MBG berjalan optimal dan kesejahteraan petani pun meningkat," terangnya.
Terpisah, Kepala Yayasan Cahaya Sriwijaya, Kasmi Harasti menerangkan, mereka sangat berharap petani di Kabupaten Kaur dapat memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam pisang muli, pisang emas, semangka, kacang panjang, tomat, hingga daun bawang. Jenis tanaman ini akan dibeli dengan catatan memiliki kualitas bagus.
“Program MBG ini masih lama, dan kami sangat berharap para petani bisa memanfaatkan lahan mereka dengan menanam sayuran yang telah disebutkan. Dengan begitu, akan tercipta hubungan saling menguntungkan, petani mendapatkan pasar, dan kami bisa membeli produk lokal,” ujarnya.