Penyakit SE Kembali Ganas, Dalam 3 Hari 18 Ekor Sapi Mati Mendadak

Penyakit SE Kembali Ganas, Dalam 3 Hari 18 Ekor Sapi Mati Mendadak

Rabu 07 May 2025 - 20:12 WIB
Reporter : Rohidi Effendi
Editor : Dedi Julizar

BENGKULU SELATAN (BS) - Penyakit hewan yang dikenal penyakit ngorok atau penyakit Septicaemia Epizootica (SE) kian ganas di BS, Rabu 7 Mei 2025.

Terbukti, sampai saat ini jumlah hewan ternak di kawasan Kecamatan Pino Raya yang terpapar penyakit PE terus bertambah.

Terbaru, dalam kurun waktu 3 hari, sebanyak 18 ekor sapi milik masyarakat di Desa Talang Padang Kecamatan Pino Raya dilaporkan mati mendadak.

Dari belasan ekor sapi yang mati secara mendadak ini, hanya tiga ekor sapi yang sempat dipotong dan dapat dijual kepada penampung daging.

Sedangkan, 15 ekor lainnya tidak lagi sempat dipotong. Hal tersebut lantaran ternaknya sudah mati lebih dulu sebelum diketahui pemiliknya.

Akibat kejadian ini, pemilik ternak panik dan frustasi. Sebab, hewan peliharaan yang mereka sayangi mati mendadak dan tidak bisa diselematkan lagi.

BACA JUGA:NGERI! Bangkai Kerbau Mati Akibat Virus Ngorok Dijual Oknum di Bengkulu Selatan

BACA JUGA:Pemda Dinilai Belum Mampu Tertibkan Ternak Liar, Banyak Kerbau Jalan-Jalan di Tengah Kota

Apalagi, saat ini sudah menghadapi lebaran haji atau Idul Adha 1446 Hijriah, harga jual ternak dipastikan akan meningkat karena banyaknya permintaan.

Kades Talang Padang Kecamatan Pino Raya Sumantri, A.Md membenarkan, jika memang penyakit SE kembali menyerang ternak milik masyarakat desanya.

Terakhir, pada hari Selasa 6 Mei 2025 lalu setidaknya ada empat ekor sapi milik warga yang sebelumnya sehat justru mati secara mendadak.

"Terakhir Selasa kemarin ada empat ekor sapi mati. Padahal, sebelumnya sapi ini terpantau sehat, namun ketika terkena ngorok langsung mati begitu saja," katanya.

Sumantri menjelaskan, pihaknya sudah berkonsultasi dengan tim Dinas Pertanian (Distan) BS dalam hal ini Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk melakukan penanganan.

Hanya saja, karena jumlah ternak sakit terus meningkat, maka petugaspun ikut kewalahan. Sehingga, penanganan penyakit ini jadi terlambat.

"Total sudah 36 ekor ternak sudah disuntik vitamin dan juga obat oleh tim (Distan, red). Untuk ternak yang lain belum sempat karena pemiliknya sedang tidak berada di rumah," jelasnya.

Kategori :