Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Setelah Hadapi Kontroversi Mobil Listrik Terbaru Xiaomi SU7 Ultra, CEO Xiaomi Curhat

Xiaomi SU7 Ultra mobil listrik terbaru. -koranradarkaur.id-

koranradarkaur.id - Serangkaian kontroversi mobil listrik terbaru Xiaomi SU7 Ultra. Dalam sebuah pernyataan terbuka yang dibagikan melalui akun Weibo pada 10 Mei lalu, CEO sekaligus pendiri Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan, kondisi emosionalnya menyusut. 

Lei menyebut, bulan terakhir sebagai periode paling berat sejak Xiaomi didirikan. 

“Bulan lalu merupakan masa paling menantang sejak saya mendirikan Xiaomi. Secara emosional dan fisik, saya merasa sangat lelah. Saya sempat membatalkan rapat, menunda perjalanan dinas, dan menghindari media sosial,” tulis Lei Jun.

Lebih lanjut, Lei Jun juga menambahkan bahwa masa tenang setelah menghadapi kontroversi mobil listrik terbaru Xiaomi SU7 Ultra justru memberikan ruang refleksi, hingga akhirnya membantunya memulihkan semangat berkat dukungan dari para pengguna dan penggemar Xiaomi. 

BACA JUGA:Tak Berdaya Hadapi Gelombang Protes, Xiaomi Cabut Pembatasan Performa SU7 Ultra

BACA JUGA:Buktikan Ketahanan Batrei! CEO Xiaomi Lempar Semangka dari Lantai 6

“Pesan dan perhatian dari kalian semua memberikan kekuatan besar bagi saya. Sekarang, semangat saya mulai pulih," ujarnya.

Adapun kontroversi Xiaomi SU7 Ultra yang menjadi sorotan setelah pembaruan perangkat lunak membatasi tenaga maksimum dari 1.548 hp menjadi sekitar 900 hp dalam kondisi berkendara normal. 

Untuk mengakses performa penuh, pengguna Xiaomi SU7 Ultra diwajibkan menyelesaikan satu putaran sirkuit dengan fitur “Mode Peringkat”. 

Banyak pengguna merasa dibatasi tanpa informasi yang jelas, sehingga Xiaomi pun menarik kembali pembaruan tersebut dan berjanji akan lebih transparan dalam perubahan perangkat lunak di masa depan.

kontroversi Xiaomi SU7 Ultra lainnya muncul terkait desain kap mesin serat karbon. 

Beberapa pemilik menuduh Xiaomi melebih-lebihkan fungsinya. Perusahaan akhirnya mengakui bahwa manfaat kap tersebut hanya berupa pengurangan berat sebesar 1,2 kg, dan menawarkan opsi penggantian kap standar bagi pemesan yang belum menerima unit.

Selain itu, pelanggan lama akan mendapat kompensasi berupa 20.000 yuan dalam bentuk poin loyalitas.

Kekhawatiran terhadap keselamatan SU7 meningkat pasca kecelakaan tragis di Tongling, Provinsi Anhui, pada 29 Maret, yang menyebabkan tiga orang meninggal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan