Kades : Izinkan Dana Desa Tingkatkan Jalan Aspal Merah
Beginilah Kondisi Jalan Tanjung Aur Kecamatan Maje saat hujan, Selasa 22 April 2025. -Sumber Foto: koranradarkaur.id-
MAJE – Harapan warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur untuk menikmati akses jalan yang layak masih belum juga terwujud.
Hingga kini, jalan utama menuju desa tersebut belum tersentuh perbaikan. Jalan dengan kondisi tanah merah yang rusak parah telah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat karena menghambat mobilitas, aktivitas ekonomi, dan distribusi hasil pertanian warga.
Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Aur mengaku telah menempuh berbagai upaya guna mendapatkan pemerataan pembangunan infrastruktur.
Mulai dari menyampaikan proposal ke Pemerintah Kabupaten Kaur hingga mengajukan permohonan ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Namun hingga kini belum ada kepastian terkait kapan jalan tersebut akan dibangun.
BACA JUGA:Pembebasan Lahan Tapak SUTT Listrik Kaur Terus Berjalan, Pernyataan Bupati Kaur Bikin Bangga
BACA JUGA:Status Jalan KM 20 Kecamatan Maje Akan Diusulkan Perubahan ke KLHK
Kades Tanjung Aur, Supriyadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Dia menuturkan, keluhan dan permohonan pembangunan jalan telah berulang kali disampaikan secara formal, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut konkret dari pemerintah.
“Kami ingin sama seperti desa tetangga, punya akses jalan yang bagus. Dengan begitu, mobilitas warga tidak terganggu walaupun saat hujan,” kata Supriyadi, Rabu 23 April 2025.
Dia menambahkan, selain kondisi jalan yang berlumpur seperti bubur, jembatan di ujung jalan desa menuju permukiman juga perlu dibangun secara permanen karena sudah tidak layak digunakan.
Jika keterbatasan anggaran menjadi alasan, maka Supriyadi meminta agar pemerintah mengizinkan penggunaan Dana Desa (DD) untuk membangun akses jalan tersebut. Dengan demikian, maka pihaknya bisa mendapatkan akses mobilitas yang layak.
“Kalau memang anggaran tidak cukup, kami minta solusinya. Berikan kami ruang agar jalan ini bisa dibangun melalui DD,” tegasnya.
Kondisi jalan saat ini juga menyulitkan warga dalam mengakses layanan dasar. Tak jarang, warga yang sakit harus ditandu untuk mendapatkan layanan medis, bahkan ada yang terpaksa menginap di rumah saudara di luar desa demi bisa berobat. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang buruk dan medan yang terjal.
“Kami tidak ingin kondisi ini terus terjadi dan kami juga yakin pemerintah pun menginginkan pemerataan. Maka kami mohon ada solusi nyata ke depan. Supaya Kabupaten Kaur bisa merata secara pembangunan," pungkas Supriyadi.*