Ingin Mobil Sehat dan Irit BBM, Begini Tips Mengunakan Mobil Matic
Mobil matic Honda Jazz selalu irit BBM apabila pengguna sesuai. Sumber foto: koranradarkaur.id--
Pada transmisi CVT, efek engine brake lebih tidak terasa dibandingkan transmisi otomatis konvensional. Setelah pedal gas dilepas putaran mesin langsung drop, rasio gigi dari belt langsung balik ke awal.
Ketika deselerasi sebelum mengerem jaraknya harus lebih jauh dari transmisi otomatis konvensional. Inilah yang membuat efisiensi bahan bakar transmisi CVT bisa lebih baik.
Dengan mengikuti tips mengunakan mobil matic yang benar maka mobil kesayangan pencinta otomotif akan lebih awat dan tidak gampang rusak.
Selain itu juga apabila ingin unit kendaraannya selalu sehat dan tidak mudah rusak maka pencipta otomotif harus benar-benar melakukan perawatan mobil dengan baik. Hal yang pertama yang harus diperhatikan pergantian oli mesin secara rutin.
BACA JUGA:Begini Cara Memilih Oli Transmisi pada Mobil Matic Toyota
Karena oli pada mobil matic salah satu nyawa bagi kendaraan tersebut. Untuk itu mobil matic tidak boleh terlambat pergantian oli.
Selain oli mesin juga pergantian filter oli transmisi juga harus dilakukan, ini agar daya tahan transmisi lebih awet dan performa mobil matic selalu optimal.
Pemilik mobil matic jenis CVT perlu tahu, perawatan matic tidak cuma ganti oli matik saja, perlu ganti filter oli transmisi juga.
Ini untuk menjaga daya tahan transmisi matik lebih awet dan performa matik selalu optimal, sangat disarankan untuk mengganti oli transmisi sesuai dengan buku servis.
Umumnya oli transmisi matik pada mobil matik jenis CVT dilakukan setiap 20.000-30.000 kilometer, sedangkan mobil matik konvensional dilakukan setiap 40.000 kilometer.
Jika dirasa performa mobil matik sudah mulai menurun, khusus untuk mobil matik konvensional, disarankan untuk lakukan flushing oli transmisi matik konvensional.