Jelang Nataru, Cabai Langka, Harganya Kian "Pedas"

Ilustrasi--

LUAS - Menjelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Harga beli cabai merah di Kecamatan Luas terpantau kian “pedas”, Rabu (22/11). Jika beberapa hari lalu masih dapat didapatkan konsumen seharga Rp 85 ribu/Kilogram (Kg).

Kini naik menjadi Rp 100 ribu. Kondisi ini menambah tertekannya kondisi masyarakat menengah ke bawah. Apalagi saat ini kondisi ekonomi di berbagai kecamatan Kabupaten Kaur melemah. 

"Dua hari lalu masih ada yang dijual seharga Rp 85 ribu/Kg. Kini menjadi Rp 100 ribu/Kg. Soalnya tadi beli di pasar sore harian Desa Benua Ratu Kecamatan Luas, seharga Rp 10 ribu/ons. Selain itu cabai juga cukup susah didapatkan," ungkap Rosdiana (36) warga Desa Ganda Suli Kecamatan Luas.

Dia mengungkapkan, kenaikan harga cabai memang rutin terjadi setiap akhir tahun. Puncaknya menjelang perayaan hari natal dan tahun baru 2024. Ini disebabkan terjadinya kelangkaan cabai. Sebagai dampak kesulitan produksi saat curah hujan mulai tinggi. 

Senada, Susti Maya Sari (28) warga Desa Pulau Panggung Kecamatan Luas pedagang sayuran mengatakan, kini kesulitan mendapatkan cabai dari pemasok.

Lantaran sedikitnya hasil produksi petani. Ini sebagai dampak musim kemarau beberapa waktu lalu. Juga mulai meningkatnya intensitas hujan beberapa hari terakhir.

"Kami juga melakukan penanaman cabai. Kondisinya merangas dan mati saat kemarau. Kemudian tingginya curah hujan membuat buah membusuk sebelum matang. Akibatnya kondisi produksi sedikit. Ini salah satu faktor yang membuat harga jual tinggi," tandasnya. (yie)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan