Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Tradisi Matah Mare Dimulai, Warga Mulai Cari Ikan

Alur sungai yang berhasil dipatahkan atau disalurkan ke laut sebelum melakukan tradisi matah mare mencari ikan, Kamis 13 Agustus 2026. Sumber foto : IST/RKa--

BINTUHAN - Masyarakat Kecamatan Kaur Selatan berbondong-bondong datang ke muara sungai pantai Pasar Lama untuk melakukan Matah Mare atau mencari ikan. Setelah warga berhasil melakukan pematahan muara sungai di lokasi tersebut. Kegiatan matah mare ini telah menjadi tradisi masyarakat Pasar Lama. 

“Matah Mare salah satu tradisi warga untuk bersama-sama mencari ikan, udang di sungai tersebut dengan menggunakan alat tradisional seperti jala, jaring, tanggok dan juga bisa langsung menangkap menggunakan tangan di muara sungai setelah air muara kering atau mengecil,” ujar Kades Pasar Lama, Helfa Ariani, Kamis  13 Agustus 2026.

Kegiatan ini dilakukan setahun sekali, muara sungai yang ada mengalami penutupan oleh alam atau air laut. Sehingga air sungai dan laut terputus atau air sungai tidak mengalir ke laut. Fenomena ini terjadinya setahun sekali dan di musim kemarau seperti saat ini. 

Dalam membuka alur sungai masyarakat gotong royong (Goro) menggunakan alat tradisional seperti cangkul, sekop dan alat lainnya. Sehingga dalam kegiatan ini benar-benar mengutamakan kebersamaan dan kekeluargaan. 

Setelah air sungai patah atau mengalir ke laut, juga butuh waktu yang cukup lama bisa saja sampai dua hari baru bisa kering. Saat ini untuk alur sungai yang telah mengalir ke laut sudah cukup besar, diperkirakan puncak mencari ikan di sungai pada saat HUT RI ke-81. Tetapi untuk kepastiannya tergantung air sungai, apabila sudah kering maka masyarakat akan bersama-sama mencari ikan.

Lanjutnya, dengan tradisi yang ada ini maka silaturahmi antar sesama terus terjalin, sedangkan ikan yang bisa didapat masyarakat apabila banyak juga bisa dijual dan yang pasti apabila ikut mencari ikan dipastikan akan mendapatkan ikan untuk sayur.

Tentu tradisi yang ada sejak dahulu kala, juga muara sungai yang mengalami pemisahan antara laut dan sungai saat ini sudah dua bulan, sehingga masyarakat melakukan gotong royong untuk mematahkan muara sungai. Apabila tidak dipatahkan maka air sungai akan masuk ke pekarangan rumah warga khususnya rumah yang dekat dengan alur sungai tersebut. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan