Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Jangan Sampai Tertukar! Ini Dia Ternyata Perbedaan AHA, BHA dan PHA

Ini dia perbedaan antara AHA, BHA dan PHA yang penting diketahui dan banyak digunakan untuk perawatan kulit.-Sumber : pexels.com-

KORANRADARKAUR.ID – Salah satu kandungan skincare yang banyak digunakan adalah AHA, BHA dan PHA. Lantas apa ya perbedaan dari AHA, BHA dan PHA?

Kalau dilihat dari namanya, AHA, BHA dan PHA memang terlihat mirip. Namun ternyata AHA, BHA dan PHA punya fungsi yang berbeda-beda loh.

AHA, BHA dan PHA sendiri adalah bahan chemical exfoliant. AHA, BHA dan PHA bekerja dengan meluruhkan sel kulit mati tanpa perlu menggosok pakai scrub kasar. 

Selain membuat kulit terasa lebih halus, bahan ini membantu proses regenerasi, mencerahkan kulit dan membuat produk skincare lain lebih mudah meresap. Berikut adalah perbedaan dari AHA, BHA dan PHA:

1. Alpha-hydroxy acid (AHA)

AHA atau asam alfa-hidroksi adalah kelompok asam yang mudah larut dalam air dan biasanya berasal dari tumbuhan atau hewan.

Contoh AHA yang sering dipakai di produk perawatan kulit meliputi asam sitrat (dari jeruk), asam glikolat (dari tebu), hydroxycaproic (dari royal jelly), hydroxycaprylic (dari sumber hewani), asam laktat (dari karbohidrat), asam malat (dari buah) dan asam tartarat (dari anggur).

BACA JUGA:Ingin Mencerahkan Kulit Kusam, Ini Kandungan Skincare yang Wajib Digunakan

BACA JUGA:Rekomendasi Skincare Korea Terbaik: Kulit Jadi Cerah, Lembab, dan Glowing Alami

Di dunia kecantikan, AHA dipakai untuk mengatasi jerawat, memudarkan bekas jerawat, mengangkat sel kulit mati dan meratakan warna kulit. AHA juga bisa membantu mengecilkan tampilan pori, mengembalikan elastisitas kulit serta melawan tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan garis halus. 

Meski umumnya aman, AHA dapat menimbulkan iritasi, sehingga dianjurkan memakai produk dengan konsentrasi di bawah 10 persen. Dari berbagai jenis AHA, asam glikolat dan asam laktat paling sering digunakan karena cenderung lebih lembut dan jarang menyebabkan reaksi.

2. Beta-hydroxy acid (BHA)

BHA atau asam beta-hidroksi adalah asam yang larut dalam minyak dan biasa ditemukan dari kulit pohon willow, kayu manis atau daun wintergreen. Asam salisilat adalah contoh BHA yang populer dan sering dipakai sebagai bahan anti-jerawat. 

Karena BHA bersifat melembapkan sekaligus mengeringkan minyak berlebih, bahan ini cocok untuk kulit berminyak dan membantu membersihkan sel kulit mati serta mengurangi produksi sebum sehingga mencegah komedo.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan