Libur Sekolah, Program MBG di Kaur Dihentikan Sementara
Program MBG dihentikan sementara selama masa libur sekolah, Rabu 1 Juli 2026.--
BINTUHAN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kaur dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Penghentian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode libur sekolah dalam rangka penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026.
Kebijakan tersebut berlaku secara nasional dan mengharuskan seluruh dapur penyedia makanan bergizi menghentikan sementara operasionalnya. Selain menyesuaikan dengan aktivitas belajar mengajar di sekolah yang sedang libur, penghentian juga dimanfaatkan untuk pelaksanaan audit dan evaluasi terhadap seluruh dapur SPPG guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga saat program kembali berjalan.
Sesuai ketentuan dalam surat edaran tersebut, penghentian sementara penyaluran makanan bergizi berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Setelah masa libur sekolah berakhir, seluruh dapur MBG dijadwalkan kembali beroperasi dan menyalurkan makanan kepada para penerima manfaat.
BACA JUGA:Bank Bengkulu Sediakan KUR Hingga Rp500 Juta untuk Dukung UMKM di Program MBG
BACA JUGA:DLHK Bengkulu Selatan Perketat Pengawasan Limbah Dapur MBG, 11 Lokasi Dipastikan Aman?
Di Kabupaten Kaur, Dapur MBG Yayasan Cahaya Sriwijaya yang berada di Desa Suka Bandung juga mengikuti kebijakan tersebut. Akibat penghentian sementara ini, sebanyak 3.925 siswa penerima manfaat di berbagai sekolah tidak menerima makanan bergizi gratis selama masa libur sekolah.
Kasmi Hartati selaku Mitra BGN perwakilan Dapur MBG Yayasan Cahaya Sriwijaya mengatakan, penghentian operasional dilakukan sesuai petunjuk dari BGN. Seluruh aktivitas produksi dan pendistribusian makanan dihentikan sementara hingga jadwal operasional kembali dibuka pada pertengahan Juli.
"Sesuai dengan Surat Edaran BGN, program MBG di Kabupaten Kaur dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Sebanyak 3.925 penerima manfaat untuk sementara tidak menerima makanan bergizi gratis hingga program kembali berjalan," ujarnya.
BACA JUGA:Bank Bengkulu Dukung Kebijakan OJK, Fokus Salurkan KUR untuk UMKM Pemasok Program MBG
BACA JUGA:Limbah Jadi Sorotan Utama, DLHK Bengkulu Selatan Perketat Pengawasan Dapur MBG
Ia menjelaskan, hingga saat ini menu makanan yang akan disajikan pada awal pendistribusian setelah masa libur belum ditetapkan. Penyusunan menu masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari BGN setelah proses evaluasi dan audit dapur selesai dilaksanakan.
Kasmi menambahkan, penghentian sementara ini tidak akan memengaruhi keberlanjutan Program MBG di Kabupaten Kaur. Seluruh penerima manfaat dijadwalkan kembali memperoleh makanan bergizi mulai 13 Juli 2026 atau bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Melalui evaluasi yang dilakukan selama masa penghentian operasional, diharapkan kualitas pelayanan, kebersihan dapur, keamanan pangan, serta standar gizi yang diterapkan dalam Program MBG semakin baik.
"Dengan demikian, saat program kembali berjalan, seluruh siswa penerima manfaat dapat memperoleh makanan yang sehat, bergizi, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah," paparnya.*