Cara Daftar Program KUR BNI Secara Offline, Lengkap dengan Syarat Pengajuan
Program KUR BNI bisa dilakukan pendaftarannya lewat offline.--
KORANRADARKAUR.ID – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI tetap menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal usaha.
Selain dapat mengajukan secara daring, masyarakat juga dapat melakukan pendaftaran secara offline dengan datang langsung ke kantor cabang atau kantor cabang pembantu BNI terdekat.
Pendaftaran secara offline masih menjadi pilihan banyak pelaku usaha karena calon debitur dapat berkonsultasi langsung dengan petugas bank mengenai jenis KUR yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Melalui layanan ini, petugas juga akan membantu memeriksa kelengkapan dokumen sehingga proses pengajuan dapat berjalan lebih mudah.
Tahapan pendaftaran dimulai dengan mendatangi kantor BNI pada jam operasional pelayanan. Calon peminjam kemudian mengambil nomor antrean dan menyampaikan tujuan pengajuan Kredit Usaha Rakyat kepada petugas customer service atau petugas kredit.
Setelah itu, petugas akan memberikan formulir permohonan yang harus diisi secara lengkap sesuai identitas dan data usaha.
Setelah formulir selesai diisi, pemohon wajib menyerahkan dokumen persyaratan yang diminta. Selanjutnya petugas akan melakukan pemeriksaan awal terhadap kelengkapan administrasi.
Apabila seluruh dokumen dinyatakan lengkap, proses akan dilanjutkan ke tahap verifikasi data dan analisis kelayakan usaha.
BACA JUGA:Pengajuan KUR BNI 2026 Bisa Secara Online, Begini Langkah-langkahnya!
BACA JUGA:KUR BNI Rp 50 Juta, Simak Cara Pengajuan, Ini Pilihan Tenor dan Estimasi Cicilan Bulanannya!
Dalam proses tersebut, pihak bank biasanya akan melakukan survei langsung ke lokasi usaha. Survei bertujuan memastikan usaha benar-benar berjalan, sekaligus menilai kemampuan calon debitur dalam mengembalikan pinjaman sesuai jangka waktu yang disepakati.
Apabila hasil analisis dan survei dinyatakan memenuhi ketentuan, pengajuan KUR akan memperoleh persetujuan. Selanjutnya nasabah diminta menandatangani akad kredit sebelum dana pinjaman dicairkan ke rekening yang telah disiapkan.
Agar pengajuan dapat diproses, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon debitur. Persyaratan utama adalah merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki usaha produktif dan layak.
Usaha tersebut telah berjalan minimal enam bulan secara aktif serta bukan usaha yang baru dirintis.