Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Program KUR BNI, Instrumen Pembiayaan Pelaku Pasar Ekspor

Program KUR BNI salah satu instrumen pembiayaan pasar ekspor dengan bunga rendah sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar ke tingkat global.--

KORANRADARKAUR.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Negara Indonesia menjadi salah satu instrumen pembiayaan yang mendukung pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar ekspor.

Melalui program ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki orientasi ekspor dapat memperoleh akses permodalan dengan bunga rendah sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar ke tingkat global.

KUR merupakan program pembiayaan pemerintah yang disalurkan melalui sejumlah bank penyalur, termasuk BNI. Program ini memberikan kemudahan pembiayaan bagi pelaku usaha produktif melalui subsidi bunga sehingga biaya pinjaman menjadi lebih ringan dibandingkan kredit komersial pada umumnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, BNI menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong UMKM agar dapat naik kelas dan memasuki pasar internasional. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan melalui pembiayaan, tetapi juga melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan jaringan bisnis global.

Data menunjukkan bahwa BNI telah menyalurkan kredit kepada debitur UKM berorientasi ekspor hingga mencapai Rp 33,6 triliun per April 2025. Pembiayaan tersebut diberikan kepada sekitar 39.845 debitur yang bergerak di berbagai sektor usaha seperti manufaktur, pertanian, perikanan, perdagangan, hingga industri kerajinan.

Sektor yang memperoleh dukungan pembiayaan tersebut cukup beragam. Pada sektor manufaktur misalnya, pembiayaan diberikan kepada pelaku usaha yang memproduksi tekstil, produk kayu, hingga produk olahan perikanan.

BACA JUGA:Program KUR BNI Untuk Petani Indonesia, Cek Selengkapnya

BACA JUGA:Kekurangan Program KUR BNI Dibandingkan Bank Lain yang Perlu Diketahui Pelaku UMKM

Sementara di sektor perdagangan, dukungan diberikan kepada pelaku usaha yang mengekspor produk kerajinan tangan, hasil laut, hingga produk kreatif.

Melalui dukungan pembiayaan tersebut, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, serta memenuhi standar internasional yang menjadi syarat utama dalam kegiatan ekspor.

Program KUR BNI juga sering dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang bergerak di sektor komoditas ekspor seperti kopi, tanaman hias, dan produk pertanian lainnya.

Salah satu contoh keberhasilan dukungan pembiayaan ini terlihat pada pelaku usaha kopi Indonesia yang mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, hingga negara-negara di Eropa. 

Dalam kasus tersebut, dukungan pembiayaan yang diberikan mencakup modal kerja, pinjaman investasi, hingga fasilitas kredit ekspor yang membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar. Pembiayaan ini memungkinkan pelaku usaha meningkatkan produksi sekaligus memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Selain pembiayaan, BNI juga mengembangkan ekosistem pendukung ekspor melalui program BNI Xpora. Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM memahami pasar global serta memperluas jaringan bisnis internasional.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan