Ramadan, Sekolah Adat Diliburkan Sementara
Inilah sekolah adat di Desa Muara Dua Kecamatan Nasal, Rabu 25 Februari 2026.--
NASAL – Kegiatan belajar mengajar di sekolah adat Tunggu Tubang Desa Muara Dua mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan.
Sejumlah aktivitas pembelajaran untuk sementara diliburkan guna menghormati pelaksanaan ibadah serta menyesuaikan waktu kegiatan masyarakat.
Kegiatan yang dihentikan sementara meliputi latihan tarian tradisional, menganyam, musik tradisional gendong, hingga pencak silat.
BACA JUGA:Pemerintah Resmi Tetap Pedoman KBM, Sekolah Harus Kurangi Waktu JPL Minimal 10 Menit
BACA JUGA:Sekolah Adat Tunggu Tubang Laksanakan Program Kuntau Semende, Ini Penjelasannya!
Penghentian ini dilakukan karena jadwal latihan sebelumnya dinilai kurang memungkinkan dilaksanakan selama Ramadan.
Latihan pencak silat biasanya digelar pada malam hari. Namun, selama bulan puasa, waktu malam dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan salat Tarawih dan ibadah lainnya. Sementara itu, kegiatan belajar tarian tradisional, menganyam, dan musik tradisional biasanya berlangsung pada pukul 12.00 hingga 16.00 WIB.
Waktu tersebut bertepatan dengan jam istirahat warga serta persiapan memasak dan mencari kebutuhan untuk berbuka puasa.
BACA JUGA:Usulan Sekolah Adat Telah Direspon, Kapan Pembangunannya? Begini Penjelasan Kades
BACA JUGA:Usulan Pembangunan Sekolah Adat Desa Muara Dua dapat Lampu Hijau
Di sisi lain, pada pagi hari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, anak-anak masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah formal. Kondisi ini membuat jadwal sekolah adat sulit disesuaikan tanpa mengganggu aktivitas utama peserta didik.
Kepala Desa Muara Dua, Ansori, membenarkan, kegiatan belajar di sekolah adat saat ini dihentikan sementara.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil agar anak-anak dan para pelatih dapat lebih fokus menjalankan ibadah Ramadan tanpa terbebani jadwal latihan.
Dia menjelaskan, penghentian ini bersifat sementara dan akan kembali berjalan normal setelah bulan Ramadan berakhir.