Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Kaur Akan Diguyur Hujan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Inilah peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Provinsi Bengkulu, Selasa 2 Februari 2026. Sumber foto: koranradarkaur.id--

BINTUHAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Februari 2026.

Sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu, termasuk Kabupaten Kaur yang berpotensi terdampak.

Dalam rilis BMKG, peringatan dini tersebut berstatus waspada. Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Pulau Enggano, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, hingga Kabupaten Kaur. Potensi cuaca tersebut diperkirakan berlangsung merata mulai tanggal 2,3 dan 4 Februari 2026.

Menanggapi peringatan tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Yanto, S.Sos menjelaskan, selain peringatan hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang selama tiga hari. Terhitung Senin 2 Februari sampai Rabu 4 Februari 2026. Daerah yang terdampak meliputi Mukomuko, Bengkulu Utara dan Pulau Enggano, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.

"Kalau dilihat dari peringatan dini yang dikeluarkan BMKG ini memang benar. Kabupaten Kaur terus dilanda hujan disertai angin. Sehingga harus menjadi perhatian, terkhusus bagi masyarakat yang tinggal di pesisir dan daerah perbukitan," terangnya.

Yanto menjelaskan, BPBD Kaur telah menyiagakan personel serta melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, desa, dan relawan bencana. Langkah ini dilakukan guna mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat di lapangan. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan kegiatan simulasi dalam menghadapi cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Dikatakannya, dalam rangkaian simulasi yang telah dilakukan, pihaknya sudah memastikan personel bencana sudah maksimal.

“Kami minta masyarakat untuk aktif memantau informasi resmi dari BMKG, mengingat kondisi cuaca saat ini sedang tidak baik-baik saja dan segera melapor jika terjadi kejadian darurat. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan pegunungan,” pungkas Yanto.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan