Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Target ZIS Tidak Tercapai, BAZNAS Kaur Kelola Rp 1,02 Miliar

Ketua BAZNAS Kabupaten Kaur, M. Jalil, S.Pd.Ing membenarkan, capaian target ZIS 2025 tidak terealisasi, Kamis 29 Januari 2026. Sumber foto: REGA/RKa--

BINTUHAN - Target penghimpunan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kaur tahun 2025 tidak tercapai.

Dari target sebesar Rp 2,5 miliar, BAZNAS Kaur hanya mampu menghimpun dana Rp 1,02 miliar. Tidak sampai 50 persen dari target yang ditetapkan. 

Rendahnya capaian tersebut diduga kuat disebabkan masih kurangnya kesadaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kaur dalam menunaikan kewajiban zakat melalui BAZNAS. Padahal, ASN menjadi salah satu potensi terbesar dalam penghimpunan zakat di daerah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kaur, M. Jalil, S.Pd.Ing membenarkan, realisasi ZIS tahun 2025 belum mencapai target. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis untuk tahun 2026 dengan kembali menetapkan target penghimpunan ZIS sebesar Rp 2,5 miliar.

“Capaian ZIS tahun 2025 memang belum tembus target. Namun untuk tahun 2026, kami kembali menargetkan Rp 2,5 miliar. Insya Allah kami optimistis bisa tercapai,” ujar Jalil kepada Radar Kaur.

BACA JUGA:Baznas Kaur Akan Optimalkan Pengumpulan ZIS Pihak Swasta

BACA JUGA:BAZNAS Mulai Lirik Potensi ZIS Dari Pengusaha Kelapa Sawit

Dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, BAZNAS Kaur menargetkan penghimpunan ZIS minimal lebih dari Rp 200 juta setiap bulan. Berbagai langkah strategis akan dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan pendekatan dan sosialisasi secara langsung ke seluruh instansi pemerintahan di lingkungan Pemkab Kaur.

Menurut Jalil, sosialisasi ini penting untuk menumbuhkan kembali kesadaran ASN tentang kewajiban membayar zakat melalui lembaga resmi. Selain itu, pendekatan persuasif juga akan dilakukan agar ASN memahami manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tidak hanya menyasar instansi pemerintahan, BAZNAS Kaur juga memperluas sasaran penghimpunan zakat ke sektor swasta dan perusahaan. Jalil mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kaur.

“Untuk sektor perusahaan, kami sudah melakukan sosialisasi. Target utama kami dalam penghimpunan zakat berasal dari usaha tambak udang dan pengusaha ram kepala sawit, hotel dan lainnya,” jelasnya.

Dia berharap, dengan optimalisasi penghimpunan dari ASN dan sektor usaha, target ZIS tahun 2026 dapat tercapai. Dana ZIS yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk berbagai program sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kaur.

"Iya dana ZIS ini nanti akan digunakan untuk kegiatan sosial, kemanusiaan dan hingga bantu pendidikan. Artinya uang ZIS yang disalurkan ke BAZNAS akan digunakan untuk kebutuhan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Kaur. Kami harap pihak perusahaan dan ASN sadar akan ZIS," ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan