Relima Perpusnas RI Data Sekolah Terpencil, Ini Tujuannya
Relima Perpusnas RI saat melakukan pendataan sekolah terpencil di Kabupaten Kaur, Minggu 25 Januari 2025. Sumber foto: koranradarkaur.id--
MAJE – Relawan Literasi Masyarakat (Relima) di bawah naungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) akan melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah terpencil di Kabupaten Kaur.
Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi literasi siswa serta ketersediaan fasilitas penunjang pendidikan di wilayah terpencil.
Adapun sekolah yang akan menjadi sasaran pendataan meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Melalui kegiatan ini, Relima berharap dapat memperoleh data yang akurat sebagai dasar penyusunan program peningkatan literasi dan pemerataan akses pendidikan. Ini disampaikan Yuniati, C.Hp selaku Relima Kabupaten Kaur.
“Pendataan dilakukan untuk melihat sejauh mana tingkat literasi siswa di sekolah-sekolah terpencil, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan fasilitas yang masih minim, seperti buku bacaan, perpustakaan sekolah, serta sarana pendukung lainnya. Pendataan bertujuan untuk mengetahui kondisi sekolah, khususnya di sekolah yang berada di daerah terpencil,” jelsanya.
Menurut Yuniati, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengembangkan kreativitas siswa. Karena itu, keberadaan bahan bacaan yang layak dan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar. Masih terdapat sekolah di wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses terhadap buku bacaan berkualitas dan sarana literasi lainnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan minat baca dan kualitas pendidikan siswa.
“Melalui pendataan ini, kami juga ingin mendorong pemerataan fasilitas pendidikan, sehingga siswa di daerah terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang seperti siswa di wilayah perkotaan,” jelasnya.
Relima Kaur juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk mendukung kelancaran pendataan. Data yang dihimpun nantinya akan dilaporkan ke Perpustakaan Nasional sebagai bahan evaluasi dan perencanaan program literasi ke depan. Kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya literasi di Kabupaten Kaur, khususnya di wilayah terpencil, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.