Api Lama Belum Padam, Konflik Lahan Perkebunan Kian Rumit, DPRD BS : Respons Pemda Lamban
Hingga menjelang akhir tahun 2025, api lama belum padam konflik lahan perkebunan kian rumit. Sumber foto : ROHIDI/RKa--
BENGKULU SELATAN (BS) - Persoalan konflik agraria di Kabupaten BS kembali menjadi perhatian publik.
Hingga menjelang akhir tahun 2025, api lama belum padam konflik lahan perkebunan kian rumit.
Sementara, ketegangan antara masyarakat petani dengan dua perusahaan perkebunan di wilayah Kecamatan Pino Raya belum juga menemukan titik terang.
Situasi yang telah berlangsung bertahun-tahun ini menimbulkan keresahan dan rasa tidak percaya masyarakat terhadap kehadiran negara di tengah mereka.
BACA JUGA:HP Oppo Reno 6: Selain Baterai Tahan Lama dan Kamera Bagus, Ini Kelebihan Lainnya!
Dua perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut masih menjadi sumber sengketa lahan yang tak kunjung tuntas.
Warga menilai kehadiran perusahaan justru memunculkan ketimpangan baru, di mana lahan garapan yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan petani kini berada di bawah klaim korporasi.
Kondisi ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) BS.
Ketua DPRD, Juli Hartono, SE, M.AP, menyampaikan keprihatinannya atas lambannya respons pemerintah daerah dalam menangani konflik agraria yang telah menelan banyak korban, baik secara ekonomi maupun sosial.
BACA JUGA:Oppo Reno 5 Smartphone Stylish dengan Kamera yang Bikin Iri, Berikut Konsep Diusungnya!
“Masyarakat tidak akan memulai konflik jika tidak ada pemicu dari pihak perusahaan. Fakta bahwa kasus ini terus berulang menunjukkan lemahnya peran pemerintah dalam melindungi warganya,” ujar Juli.
Menurut Juli, pemerintah seharusnya hadir lebih cepat saat bibit konflik mulai muncul, bukan setelah ketegangan meningkat.
Ia menilai, kehadiran pemerintah yang responsif dapat mencegah masyarakat menjadi korban akibat kesewenang-wenangan pihak tertentu.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari kehadiran perusahaan. Kalau pemerintah cepat tanggap dan hadir di tengah masyarakat sejak awal, persoalan ini tidak akan berkepanjangan,” tambahnya.