Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Tanjung Betuah Pastikan DBD Hanya Dua Kasus

Kades Tanjung Betuah, Syahrizal Pahlipi, S.Sos memastikan Kasus DBD kedepan tidak ada lagi, Rabu 1 Oktober 2025.-Sumber Foto: REGA/RKa-

NASAL – Pemerintah Desa Tanjung Betuah Kecamatan Nasal memastikan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat pada Juli 2025 hanya dua kasus. Pihak desa menegaskan, hingga saat ini tidak ada lagi penambahan kasus baru, bahkan optimis dalam beberapa tahun ke depan kasus serupa tidak akan muncul kembali di wilayah tersebut.

Kades Tanjung Betuah, Syahrizal Pahlipi, S.Sos menyatakan, komitmen ini bukan sekadar janji, melainkan disertai dengan langkah nyata. Pemerintah desa telah menjalankan sejumlah program pencegahan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk kerjasama dengan UPTD Puskesmas Muara Nasal.

Upaya yang dilakukan antara lain berupa penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, penerapan larangan membuang sampah sembarangan, serta menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. Pemerintah desa juga mendorong warga untuk aktif melaksanakan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

BACA JUGA:Triwulan, Ada Empat Kasus DBD di Kecamatan Nasal, di Sini Lokasinya!

BACA JUGA:Usai Fogging, Pemdes Tanjung Betuah Bakal Goro Kebersihan Cegah DBD

Selain itu, Desa Tanjung Betuah melaksanakan program tambahan berupa pemberian makanan bergizi untuk balita dan ibu menyusui. Program ini tidak hanya bertujuan mencegah stunting, tetapi juga untuk memperkuat daya tahan tubuh masyarakat agar lebih kebal terhadap penyakit.

“Kasus DBD di desa kami hanya terjadi pada Juli 2025 dengan jumlah dua kasus. Setelah itu tidak ada lagi laporan kasus baru. Kami ingin memastikan masyarakat tetap sehat, sehingga ke depan DBD tidak lagi menjadi ancaman di Tanjung Betuah,” jelas Syahrizal.

Dia menegaskan, partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah penyebaran DBD. Tanpa dukungan penuh dari warga, program yang dirancang pemerintah desa tidak akan berjalan optimal. Karena itu, pemerintah desa terus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama menjelang musim hujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti.

"Dengan komitmen dan langkah nyata ini Pemerintahan Desa Tanjung Betuah berharap dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam upaya menekan kasus DBD. Kami menargetkan wilayahnya bebas dari kasus DBD selama beberapa tahun ke depan dengan dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.*

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan