Tradisi Unik Lebaran Idul Fitri di Curup, Ada Permainan Legendaris Kudo Beleng

Curup ada permainan legendaris merupakan tradisi unik memeriahkan lebaran Idul Fitri. Sumber foto: Koranradarkaur.id--

KORANRADARKAUR.ID – Bermacam tradisi unik lebaran Idul Fitri yang dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah, seperti di Kota Curup ada permainan legendaris.

Tradisi unik dengan permainan legendaris di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu menjadi kebanggaan masyarakat hingga sekarang walau harus bayar.

Wahana permainan legendaris di Curup dimulai sejak tahun 1980-an hanya dibuka satu tahun sekali yakni setiap libur lebaran Idul Fitri dilakukan. 

Tradisi ini berlokasi di halaman gedung Persatuan Bulu Tangkis seluruh Indonesia (PBSI) di Jalan Soeprapto dan tak jauh dari ikon kota Curup pasar Bank Mego. 

Tradisi yang unik disenang masyarakat ini sangat antusias melakukan bermacam kegiatan yang menarik dengan wahana permainan komedi putar atau lazim disebut masyarakat kudo beleng.

BACA JUGA:Tradisi Pakaian Baru saat Lebaran Idul Fitri, Pasar-Pasar di Bengkulu Jadi Ramai

Tradisi yang unik sudah ada sejak puluhan tahun silam yang masih dilestarikan sangat membuat masyarakat lebih bangga akan tradisi yang sudah membudaya.

Dikutip dari laman rri.co.id, tradisi yang mengasyikkan yang makin dilestarikan oleh masyarakat yang sangat mengagumkan sehingga melalui tradisi ini dapat memberikan semangat pada generasi muda.

Sehingga tradisi makin terkenal dengan permainan sebagai kuda berputar dan bianglala yang disebut buayan keeling oleh masyarakat di Curup.

Permainan yang tampil beda membuat daya tarik tersendiri dan jadi pusat perhatian banyak orang dan dengan melalui tradisi ini bisa bertambah banyak pendatang dari luar daerah.

BACA JUGA:Resep Kue Akar Kelapa Renyah Anti Gagal, Cemilan Tradisional untuk Lebaran

Melalui tradisi juga bisa menggalakkan budaya lebih dilestarikan dan dapat memperkenalkan wisata yang ada di Curup yang sudah lama terkenal lantaran banyak tempat wisata yang indah serta mempesona.  

Perlu diketahui, tradisi yang sudah membudaya ini sangat beda dengan wahana di daerah lain  baik kudo beleng dan buayan keling terbuat dari 100 persen kayu. 

Padahal umumnya wahana serupa dibuat dari rangkaian besi baja bukan dari kayu yang ada di Kota Curup dan oleh sebab itu, tentu ada perbedaan yang membuat tradisinya tampil membedakan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan