Ajukan Pinjaman KUR tapi Punya Tunggakan Pinjol, Bisa Nggak Ya? Ini Dia Jawabannya!

Pinjaman KUR-sumber foto: Koranradarkaur.id-
KORANRADARKAUR.ID – Ingin ajukan pinjaman KUR tapi punya tunggakan pinjol, kira-kira bisa nggak ya? Cari tahu jawabannya di sini yuk!
Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menjadi salah satu program unggulan pemerintah Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program ini dirancang untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau kepada pelaku usaha yang seringkali terkendala oleh keterbatasan modal.
Dengan suku bunga rendah dan persyaratan yang relatif sederhana, KUR menjadi solusi bagi banyak pelaku usaha yang ingin memperluas bisnis mereka ataupun memulai usaha baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, KUR telah berhasil menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Pemerintah terus meningkatkan alokasi anggaran dan memperbarui kebijakan terkait KUR agar semakin inklusif dan relevan untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha.
BACA JUGA:Ingin Ajukan Pinjaman KUR BRI 2025 Mudah dan Cepat, Intip Tata Caranya Secara Online di Sini!
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh melalui peningkatan produktivitas ekonomi.
Dikutip dari poskota.co.id, KUR merupakan program pinjaman yang disediakan oleh pemerintah untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha mereka.
Pinjaman ini dapat digunakan sebagai modal kerja maupun investasi, dengan menawarkan cicilan berjangka panjang dan suku bunga yang rendah, sesuai dengan jenis dan jumlah pinjaman yang diajukan.
Namun, perlu diingat bahwa KUR hanya dapat diajukan oleh masyarakat yang memiliki UMKM aktif dan sudah beroperasi setidaknya selama enam bulan.
KUR memiliki fokus utama untuk mendukung sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, manufaktur, hingga perdagangan.
Dengan demikian, program ini tidak hanya membantu individu atau kelompok pelaku usaha, tetapi juga turut berkontribusi pada peningkatan kapasitas ekonomi nasional.