Ibu Tien Soeharto Diangkat Jadi Pahlawan Nasional Indonesia, Berikut Perannya
Ibu Tien Soeharto: Pahlawan Nasional Indonesia dengan peran besar dalam perjuangan dan pembangunan-Sumber foto: Koranradarkaur.id-
Ia kemudian aktif dalam segala macam kegiatan pemberdayaan wanita. Ia juga jadi salah satu inisiator berdirinya Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Jejak karya Ibu Tien itu bahkan masih dapat dinikmati hingga hari ini. Sederet prestasi itu membuat Ibu Tien dianugerahi Bintang Gerilya pada 1987. Sekalipun langkah itu tak luput dari kritik.
“Panglima ABRI Jenderal TNI L.B. Moerdani menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Gerilya kepada Ny. Siti Hartinah Soeharto, isteri Jenderal (purn) Soeharto dalam suatu upacara sederhana di kediamannya di Jalan Cendana Jakarta. Penganugerahan Bintang Gerilya tersebut didasarkan kepada Surat Keputusan Presiden RI NO. 015/TK/Tahun 1987 tertanggal 3 Maret 1987.”
“Penghargaan tersebut diberikan atas jasa-jasa yang luar biasa dengan menunjukkan keberanian, kebijaksanaan dan kesetiaan dalam berjuang dan berbakti terhadap negara dan bangsa Indonesia, selama perjuangan fisik antara tahun 1945 sampai tahun 1950. Terutama pada waktu Perang Kemerdekaan I dan Perang Kemerdekaan ll,” tertulis dalam laporan Majalah Dharmasena berjudul Ny. Siti Hartinah Soeharto Dianugerahi Bintang Gerilya (1987).
Selama hidupnya, Tien Soeharto dikenal sebagai sosok Ibu Negara yang memiliki pengaruh besar. Salah satu tindakannya yang mencolok adalah menentang poligami dan mendorong perlunya larangan berpoligami bagi pegawai negeri sipil, yang kemudian diwujudkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1983.
Selain itu, Tien Soeharto juga berperan dalam pendirian berbagai fasilitas publik yang masih berdiri hingga saat ini, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Taman Buah Mekarsari, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan RSAB Harapan Kita.
Tien Soeharto meninggal dunia pada tanggal 28 April 1996 setelah mengalami serangan jantung. Namun, kematiannya sempat menjadi sorotan karena munculnya rumor yang menyebutkan bahwa ia meninggal karena tertembak dalam adu kekuatan antara Bambang Soeharto dan Tommy Soeharto.*