Tirto Adhi Bapak Pers Indonesia Meninggal di Usia Muda Karena Tulisannya
Tirto Adhi Bapak Pers Indonesia Meninggal Diusia Muda Karena Tulisan dan Politik. Sumber foto: koranradarkaur.id--
Puncaknya, ia ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bacan, sebuah pulau terpencil di dekat Halmahera, Maluku Utara.
Pembuangan ini menjadi bentuk nyata pembungkaman terhadap suara-suara perlawanan yang berani muncul lewat media.
BACA JUGA:Adam Malik Sosok Pahlawan, Pelopor Dunia Pers di Indonesia
Setelah masa pembuangan berakhir, Tirto kembali ke Batavia. Namun perjuangannya yang panjang dan tekanan politik yang terus menerus membebani fisik dan jiwanya.
Ia wafat pada 7 Desember 1918 dalam usia 38 tahun relatif muda, namun dengan warisan perjuangan yang sangat besar.
Meski sempat dilupakan dalam narasi sejarah resmi, perjuangan dan jasa Tirto Adhi Soerjo akhirnya diakui.
Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, serta dikenang sebagai Bapak Pers Nasional.
Namanya kini diabadikan dalam berbagai bentuk, mulai dari jalan, sekolah, hingga penghargaan jurnalistik.
Lebih dari itu, Tirto adalah simbol keberanian dan intelektualitas dalam melawan ketidakadilan. Ia membuktikan bahwa media bukan hanya alat informasi, tetapi juga instrumen perjuangan yang mampu menggerakkan perubahan sosial dan politik.