Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Produksi Sawit Tembus 271 Ribu Ton, Harga TBS Masih Tak Bersahabat,Simak Masukan Anggota DPRD

Para petani sawit BS ternyata masih menghadapi persoalan serius yang hingga kini belum menemukan solusi pasti, salah satunya sering terjadi harga TBS masih tak bersahabat. Sumber foto : ROHIDI/RKa--

Total produksi sawit Bengkulu Selatan bahkan mencapai 271.727.782 kilogram per tahun. Namun ironisnya, produktivitas sawit masyarakat masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi lahan yang ada.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian BS Arif Budiman, menyebut rata-rata produktivitas sawit masyarakat hanya sekitar 14,161 ton per hektare per tahun.

“Itu termasuk tergolong rendah,” kata Arif.

Menurutnya, rendahnya produktivitas dipengaruhi beberapa faktor utama. Salah satunya adalah minimnya perawatan kebun akibat tingginya biaya produksi, terutama harga pupuk yang terus mengalami kenaikan.

Banyak petani akhirnya hanya mampu melakukan perawatan seadanya. Akibatnya kualitas buah menurun, ukuran tandan lebih kecil, dan kandungan minyak sawit atau rendemen menjadi rendah. Kondisi itu pada akhirnya juga berdampak terhadap harga beli dari pihak pabrik.

Persoalan tersebut membentuk lingkaran masalah yang terus berulang. Ketika harga sawit turun, petani kesulitan membeli pupuk. Saat pemupukan tidak maksimal, hasil produksi menurun. Ketika hasil panen buruk, harga jual kembali rendah.

Pemerintah sebenarnya telah menjalankan program peremajaan sawit atau replanting sejak tahun 2021. Program tersebut bertujuan mengganti tanaman sawit tua yang sudah tidak produktif dengan bibit unggul agar hasil panen meningkat.

Namun proses peremajaan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Tanaman sawit baru memerlukan beberapa tahun hingga bisa kembali menghasilkan. Sementara itu, petani membutuhkan solusi jangka pendek untuk menjaga kestabilan harga TBS dan meningkatkan kesejahteraan mereka saat ini.

Karena itu, usulan penambahan PKS baru di Bengkulu Selatan kini mulai dianggap sebagai salah satu langkah penting untuk memperbaiki kondisi pasar sawit di daerah tersebut. Dengan adanya tambahan pabrik, petani diharapkan memiliki lebih banyak pilihan dan posisi tawar yang lebih kuat dalam menjual hasil panen mereka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan