Usai Tahun Baru, Bengkulu Selatan Kebanjiran Sampah Plastik, DLHK Imbau Warga Lebih Peduli
Aktivitas masyarakat yang meningkat selama masa libur menyebabkan lonjakan volume sampah, dan BS kebanjiran sampah plastik-Sumber Foto: ROHIDI/RKa-
Sejumlah lokasi yang diprediksi menjadi pusat keramaian telah dipetakan agar penanganan sampah dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
“Kami sudah mengantisipasi lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik keramaian saat Nataru. Walaupun pada 1 Januari sebagian besar petugas libur, pada 2 Januari seluruh petugas sudah kembali bertugas dan langsung melakukan pembersihan sampah-sampah yang berserakan,” ujar Yovi.
Menurut Yovi, selama periode Nataru terjadi peningkatan volume sampah yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa.
Jika pada kondisi normal jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkisar 30 ton per hari, maka saat libur Nataru volumenya meningkat sekitar 50 persen.
“Selama Nataru, terjadi penambahan sekitar 10 ton sampah per hari. Jadi total sampah yang masuk ke TPA bisa mencapai kurang lebih 40 ton per hari,” jelasnya.
Lonjakan sampah tersebut didominasi oleh sampah plastik, kemasan makanan dan minuman, serta sisa-sisa konsumsi pengunjung lokasi wisata.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kebersihan, mengingat volume yang meningkat dalam waktu singkat membutuhkan penanganan ekstra.
Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah liar, BS melakukan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan menambah jumlah kontainer sampah di titik-titik rawan.
Di kawasan Pantai Pasar Bawah, misalnya, DLHK menempatkan dua unit kontainer sampah tambahan dan mengerahkan personel ekstra guna mempercepat proses pembersihan.
“Ada beberapa titik yang memang mengalami peningkatan volume sampah cukup tinggi, seperti di Pantai Pasar Bawah. Di sana kami tempatkan dua kontainer sampah dan menambah personel kebersihan. Semua ini dilakukan agar setelah Nataru tidak terjadi penumpukan sampah liar,” ungkap Yovi.
Ia menambahkan, koordinasi antarpetugas juga diperkuat selama masa libur panjang. Pengangkutan sampah ke TPA dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan bau dan gangguan kebersihan di lokasi wisata maupun kawasan pemukiman warga.
Meski penanganan sampah dinilai berjalan lancar, DLHK Bengkulu Selatan tetap mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Yovi menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mengurangi persoalan sampah, terutama saat momen libur panjang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Silakan manfaatkan kontainer sampah yang sudah kami sediakan di berbagai titik,” tegasnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.