Bengkulu Selatan Bidik Panen Padi Tiga Kali Setahun, Lahan 7.630 Hektare Dimaksimalkan
Lahan 7.630 hektare dimaksimalkan, hingga peningkatan frekuensi musim tanam padi dari dua kali menjadi tiga kali dalam satu tahun. Sumber foto : ROHIDI/RKa--
“Selama ini petani ragu melakukan tiga kali tanam karena takut serangan hama. Kalau musim tanam dilakukan bersama-sama dan serentak, maka pengendalian hama bisa kita lakukan secara kolektif. Tidak semua lahan akan terserang hama,” ucap Binagransyah.
Ia menambahkan, apabila serangan hama tetap terjadi, pemerintah siap mengerahkan seluruh PPL untuk fokus melakukan penanganan. Lahan yang terdampak juga akan mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk penyediaan bibit baru agar petani dapat kembali mengolah lahannya dan tidak membiarkan sawah menjadi terbengkalai.
“Berdasarkan pengkajian di lapangan, hama tidak akan menyerang seluruh area persawahan secara bersamaan. Ibarat kita pergi menggunakan mobil, berapa pun penumpangnya, kebutuhan bahan bakarnya tetap sama. Lebih baik kita tanam serentak daripada terus dihantui kekhawatiran hama,” pungkasnya.
Dengan dukungan program yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten BS optimistis kebijakan tanam padi tiga kali setahun dapat diwujudkan secara bertahap. Selain meningkatkan produksi beras daerah, langkah ini juga diharapkan mampu mendongkrak pendapatan petani dan memperkuat ketahanan pangan BS dalam jangka panjang.