Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Paripurna Penyampaian LKPJ, Pemprov Bengkulu Paparkan Kinerja 2025 Program Bantu Rakyat

DPRD Provinsi Bengkulu menggelar rapat paripurna penyampaian LKPJ, Senin 2 Maret 2026.--

Mian juga menyoroti pentingnya fungsi check and balance antara eksekutif dan legislatif. Ia menilai kerja sama dengan DPRD sejauh ini berjalan baik, termasuk koordinasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan lainnya.

"Salah satu prioritas utama adalah memastikan seluruh jalan provinsi dalam kondisi mulus dan layak dilalui. Misi besar Pak Gubernur ke depan tetap bantu rakyat, terutama memastikan jalan provinsi harus mulus semua,” kata Mian.

Adapun, Mian menjelaskan berdasarkan data dalam APBD Tahun Anggaran 2025, total target pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp3,82 triliun. Hingga akhir tahun, realisasinya mencapai Rp2,75 triliun atau 91,34 persen dari target yang telah ditentukan.

"Untuk komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD), target tahun 2025 sebesar Rp1,24 triliun. Dari angka tersebut, terealisasi Rp1,01 triliun atau 81,33 persen," kata Mian.

Lebih lanjut Mian menjelaskan rincian dari PAD tersebut adalah pajak daerah terealisasi Rp731,77 miliar atau 74,41 persen dari target Rp983,38 miliar.

Sementara itu, Mian menyampaikan retribusi daerah berhasil melampaui target dengan capaian Rp204,75 miliar atau 103,61 persen dari target Rp197,62 miliar.

"Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, yang bersumber dari bagian laba penyertaan modal pada BUMD, terealisasi Rp15,08 miliar atau 92,18 persen dari target Rp16,36 miliar. Lain-lain PAD yang Sah mencatat realisasi Rp57,94 miliar atau 131,83 persen dari target Rp43,95 miliar, sehingga melampaui proyeksi awal," ujarnya.

Sedangkan pendapatan transfer tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp1,78 triliun, dengan realisasi Rp1,73 triliun atau 97,46 persen.

Dana ini mencakup dana bagi hasil, dana alokasi umum, serta dana alokasi khusus fisik dan nonfisik dari pemerintah pusat.

"Secara khusus, dana perimbangan terealisasi sebesar Rp1,69 triliun dari target Rp1,77 triliun atau 95,19 persen. Meski mendekati target, komponen pendapatan hibah dari pemerintah pusat pada 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Mian.

Sementara itu, pos lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan Rp1,12 miliar dan terealisasi Rp1,06 miliar atau 95,25 persen. Sumber penerimaan ini berasal dari hibah pemerintah pusat dan kontribusi pihak ketiga.

Dari sisi belanja, target anggaran 2025 ditetapkan sebesar Rp3,14 triliun. Realisasinya mencapai Rp2,75 triliun atau 87,59 persen dari total anggaran.

"Rincian realisasi belanja meliputi: Belanja Operasi terealisasi Rp1,98 triliun atau 90,98 persen dari target Rp2,18 triliun. Belanja Modal mencapai Rp589,33 miliar atau 76,21 persen dari target Rp773,20 miliar. Belanja Tidak Terduga tidak terealisasi dari pagu Rp100 juta yang telah disiapkan. Belanja Transfer terealisasi Rp180,53 miliar atau 94,95 persen dari target Rp190,12 miliar," ujarnya.*

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan