Pemkab Bengkulu Selatan Diminta Gaspol Program CKG, Inilah Diminta Terhadap ASN!
Pemkab BS diminta mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tengah masyarakat.--
Dalam kesempatan tersebut, Yevri juga secara khusus mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan untuk ikut menjalani CKG. Ia menilai ASN memiliki posisi strategis sebagai contoh bagi masyarakat. Karena itu, ajakan kepada warga akan lebih kuat apabila para aparatur terlebih dahulu menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.
Yevri berharap tidak ada ASN yang sekadar mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan tanpa memberikan contoh secara langsung. Menurut dia, ASN seharusnya berada di barisan depan dalam menyukseskan program pemerintah.
"Untuk ASN yang tidak ingin melakukan CKG, tentunya kita berharap kepada seluruh ASN Bengkulu Selatan melakukan CKG. Karena kita sebagai ASN merupakan contoh dan teladan bagi masyarakat Bengkulu Selatan," ungkapnya.
Yevri sendiri mengaku telah mengikuti pemeriksaan CKG. Ia menjalani sejumlah pemeriksaan dasar untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
Pemeriksaan yang dijalaninya antara lain pengecekan tekanan darah, pemeriksaan darah dan pengukuran tinggi badan. Hasil pemeriksaan darah selanjutnya akan diketahui setelah melalui proses pemeriksaan laboratorium.
"CKG ini sudah saya lakukan langsung. Pertama cek tensi darah, cek darah, cek tinggi badan. Untuk hasil pemeriksaan darah nanti dari laboratorium akan diketahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit atau tidak," jelasnya.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu seseorang merasakan keluhan. Justru, pemeriksaan rutin dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul gejala yang lebih berat.
Pola pencegahan seperti ini dinilai penting karena sejumlah gangguan kesehatan terkadang tidak langsung menunjukkan tanda yang jelas. Dengan pemeriksaan, kondisi tertentu dapat diketahui lebih awal sehingga seseorang memiliki kesempatan untuk melakukan langkah lanjutan sesuai hasil pemeriksaan.
Karena itu, Yevri meminta masyarakat Bengkulu Selatan tidak menganggap pemeriksaan kesehatan sebagai sesuatu yang harus ditunda. Ia mengajak warga memanfaatkan program yang telah disediakan pemerintah.
"Saya berharap sesegera mungkin melakukan CKG, karena ini adalah salah satu cara kita untuk mengetahui kondisi kesehatan dan melakukan pencegahan sebelum harus berobat," pungkasnya.
Pemkab Bengkulu Selatan selanjutnya diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan CKG tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat.
Peran pemerintah desa juga menjadi penting karena aparatur desa memiliki akses langsung dengan masyarakat. Informasi mengenai jadwal, mekanisme dan manfaat pemeriksaan dapat disampaikan melalui berbagai saluran yang tersedia di masing-masing wilayah.
Begitu pula dengan camat dan OPD. Dukungan lintas sektor dapat membantu memperluas jangkauan sosialisasi sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat mengambil bagian dalam program tersebut.
Pada akhirnya, percepatan CKG di Bengkulu Selatan diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah warga yang melakukan pemeriksaan. Lebih jauh, program tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat agar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala, bukan hanya ketika sudah mengalami sakit.
Dengan semakin banyak masyarakat yang mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat upaya pencegahan. Masyarakat pun diharapkan dapat lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebelum penyakit membutuhkan penanganan yang lebih serius.