Baca Koran radarkaur Online - Radar Kaur

Advertisement Google

Bengkulu Selatan Jadi Tuan Rumah Revitalisasi Musik Tradisional 2025, Budaya Lokal Siap Mendunia

Dengan demikian, budaya lokal siap menduia. Sumber foto : koranradarkaur. Sumber foto : ROHIDI/RKa--

BENGKULU SELiATAN (BS) - Pemkab BS terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan kekayaan budaya daerah.

Salah satu langkah nyata yang kini tengah dilakukan adalah pembentukan Tim Dukungan Pelaksana Kegiatan Revitalisasi Musik Tradisional Tahun 2025 tingkat Provinsi Bengkulu. Dengan demikian, budaya lokal siap menduia.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara Bupati Bengkulu Selatan dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VII, yang sebelumnya telah membahas pelaksanaan program revitalisasi musik tradisional di wilayah Provinsi Bengkulu. Program ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi para seniman dan pelaku seni tradisional untuk menampilkan karya mereka sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

Dalam program tersebut, Kabupaten Bengkulu Selatan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Revitalisasi Musik Tradisional 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 November 2025 mendatang. Kegiatan ini akan menghadirkan beragam pertunjukan musik tradisional dari sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, mulai dari alat musik khas daerah, tarian bernuansa etnik, hingga pementasan kolaboratif antar seniman.

“Ajang ini akan menampilkan berbagai kesenian dan musik tradisional dari sepuluh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa musik tradisional tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga bisa menjadi daya tarik budaya yang membanggakan,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Sukarni, M.Si.

Rapat pembentukan tim dukungan dipimpin langsung oleh Sekda Bengkulu Selatan yang diwakili Plt Asisten II Setda, dan dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabid Kebudayaan Dikbud, perwakilan dari Polres Bengkulu Selatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Badan Musyawarah Adat (BMA), para penggiat musik tradisional, hingga sejumlah tamu undangan.

Rapat tersebut menjadi momentum awal dalam mempersiapkan berbagai aspek teknis dan nonteknis agar kegiatan besar ini dapat berjalan sukses. Tim dukungan yang dibentuk akan berperan dalam koordinasi, penyusunan agenda kegiatan, penyiapan lokasi acara, serta memastikan seluruh pelaku seni yang terlibat mendapat fasilitas yang memadai.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi ajang promosi wisata budaya Bengkulu Selatan, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui jalur seni dan musik. Pemerintah daerah menilai, dengan adanya kegiatan berskala provinsi ini, Bengkulu Selatan berkesempatan memperkenalkan potensi pariwisata dan keragaman seni yang dimilikinya kepada masyarakat luas, bahkan hingga tingkat nasional.

Menurut Sukarni, pelaksanaan revitalisasi musik tradisional bukan hanya sekadar pagelaran seni, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pelestarian budaya daerah.

“Dengan terbentuknya tim dukungan ini, kami berharap pelaksanaan kegiatan revitalisasi musik tradisional tahun 2025 dapat berjalan dengan baik, sukses, dan meriah. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat citra Bengkulu Selatan sebagai salah satu pusat kebudayaan di Provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, seniman, komunitas budaya, maupun masyarakat umum, akan menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Sinergi yang kuat diharapkan dapat menciptakan pelaksanaan acara yang tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga edukatif dan inspiratif bagi generasi muda.

Revitalisasi musik tradisional menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan zaman. Di tengah arus modernisasi dan dominasi musik digital, upaya untuk menjaga eksistensi musik tradisional menjadi semakin relevan. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat pelestarian seni budaya yang mulai memudar.

Bengkulu Selatan kini bersiap menjadi tuan rumah yang tak hanya menyambut para seniman dari seluruh provinsi, tetapi juga mempersembahkan sebuah panggung bagi identitas budaya yang tak lekang oleh waktu, musik tradisional yang menjadi denyut nadi warisan leluhur.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan