Pendidikan BS Tercoreng Lagi, Video Aksi Bullying Siswi SMPN Viral

Jumat 08 Dec 2023 - 18:47 WIB
Reporter : Rohidi Effendi
Editor : Daspan Haryadi

BENGKULU SELATAN (BS) - Belum usai kasus Oknum Guru SMAN BS berinisial BJ (44) yang tega menggagahi siswinya sendiri saat jam sekolah. Kini, dunia pendidikan di Kabupaten BS kembali tercoreng dan dibuat gempar.

Hal ini setelah adanya dua video yang merekam aksi diduga bullying yang dilakukan lima orang siswi SMPN  di Kecamatan Kedurang Kabupaten BS. Mirisnya lagi, seorang siswi yang diduga jadi korban bullying oleh lima rekannya tersebut diketahui masih satu sekolah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radar Kaur (RKa), video aksi kekerasan fisik antara sesama siswi SMPN BS ini diduga kuat direkam secara sengaja dan kemudian viral di jagat maya.

Dua video yang viral tersebut memiliki durasi yang berbeda-beda. Satu video berdurasi 46 detik dan yang satunya lagi berdurasi 4 menit 17 detik. Aksi dugaan tindakan bullying itu diketahui terjadi di simpang tiga jalan poros desa di Kecamatan Kedurang.

Dari rekaman itu pula, terdengar percakapan antara pelaku dan korban jika aksi kekerasan  tersebut dilakukan karena alasan saling rebut seorang cowok (pacar, red).

Nampak pula dalam rekaman video tersebut terlihat dengan jelas jika korban yang saat kejadian mengenakan seragam batik biru, dirangkul oleh seorang pelaku yang mengenakan pakaian bebas berupa kaos coklat panjang.

Namun, tampak juga dalam aksi tersebut, mereka terus bersorak agar segera melakukan tindakan kekerasan kepada korban dengan menggunakan bahasa daerah.

"Yak di video kah coy. Minimal viral," sebut para pelaku.

"Kudai oi, ade jeme tue (tunggu, masih ada orang tua, red)," jawab salah seorang saran siswi yang berperan mengambil video.

Dalam aksi yang pertama tersebut, nampak jelas dalam video jika baju sang korban sampai terbuka kancingnya. Kemudian, setelah itu korban dirangkul kemudian dijatuhkan oleh pelaku. Tak ayal, korban pun dipaksa tidur di jalan. Sementara pelaku juga duduk  di atas perut korban dan menahan kedua tangan korban.

Terdengar jelas dalam video jika korban merasa kesakitan. Akan tetapi, keluhan sang korban tidak didengar, dan mereka tetap melanjutkan aksinya tersebut.

Kepala Desa Keban Agung I Kecamatan Kedurang, Suryani mengaku, akibat perbuatan yang telah dilakukan para pelaku, keluarga korban tak terima. Merekapun mengaku telah melaporkan kasus tidak manusia ini ke aparat kepolisian, Polsek Kedurang.

“Kita sudah melaporkan kejadian ini bersama orang tua korban ke Polsek Kedurang untuk ditindak lanjuti. Sebab, kejadian ini telah membuat resah masyarakat dan khususnya dunia pendidikan," ujar Kades.

Kades melanjutkan, tindakan pelaku bulyying sudah diluar batas. Ditambah, lagi tindakan tersebut sengaja direkam dan akhirnya tersebar luas di media sosial.

Oleh karena itu, pelaporan ini karena dukungan pemerintahan desa yang ada di Kedurang. Dengan harapan tidak ada lagi tindakan bullying yang terjadi kembali ke depannya.

Tags :
Kategori :

Terkait