Fitur MediaTek HyperEngine 5.0 pada chipset meningkatkan pengalaman gaming, sehingga ponsel ini sangat nyaman untuk bermain game, termasuk game battle royale dan balapan, berkat kehadiran gyro fisik.
Redmi Note 13 Pro Plus 5G juga menawarkan kapasitas RAM dan penyimpanan besar, yakni RAM 12 GB dan memori internal 512 GB untuk pasar Indonesia, yang cukup luas untuk menyimpan berbagai aplikasi dan file penting meskipun tanpa slot microSD.
Di bagian belakang terdapat tiga kamera yaitu kamera utama, kamera ultra wide dan kamera makro.
Kamera utama menggunakan teknologi pixel binning 16-in-1 yang didukung Super QPD untuk autofokus yang cepat dan presisi.
Selain Optical Image Stabilization (OIS), kamera ini juga dilengkapi Electronic Image Stabilization (EIS) yang membantu merekam video stabil saat bergerak.
Kemampuan merekam video juga sangat baik, dengan opsi perekaman 4K pada 30 FPS dan 1080p pada 60 FPS.
Kamera depan mendukung perekaman video 1080p pada 60 FPS. Untuk daya tahan, Redmi Note 13 Pro Plus 5G dibekali baterai berkapasitas 5000 mAh yang siap menunjang aktivitas sepanjang hari.
Walau terkenal dengan spesifikasinya yang memukau, berikut adalah sederet kekurangan yang dimiliki Redmi Note 13 Pro Plus 5G:
1. Masih Menggunakan Android 13 dan MIUI 14
Saat diluncurkan, Redmi Note 13 Pro Plus 5G masih menjalankan sistem operasi Android 13 dengan antarmuka MIUI 14.
Banyak penggunaan Android 13 terasa kurang up-to-date karena banyak perangkat lain sudah mulai mengadopsi Android 14.
Xiaomi sendiri menjanjikan pembaruan sistem operasi selama tiga tahun, sehingga ponsel ini kemungkinan hanya akan mendapatkan update hingga Android 16 pada tahun 2027.
2. Tidak Ada Jack Audio 3,5 mm
Salah satu kekurangan Redmi Note 13 Pro Plus 5G adalah tidak tersedianya jack audio 3,5 mm.
Hal ini berarti pengguna tidak bisa langsung menggunakan earphone kabel tanpa bantuan adaptor atau earphone nirkabel (TWS).
Meski demikian, kondisi ini sudah menjadi tren umum di ponsel dengan harga sekitar Rp5 jutaan ke atas.