Sosok Latief Hendraningrat, Pengerek Bendera Bendera Pertama Indonesia

Sosok Latief Hendraningrat, Pengerek Bendera Bendera Pertama Indonesia

Minggu 17 Aug 2025 - 17:30 WIB
Reporter : Saprian utama
Editor : Daspan Haryadi

KORANRADARKAUR.ID - Latief Hendraningrat atau yang dikenal dengan nama lengkap Raden Mas Abdul Latief Hendraningrat merupakan salah satu tokoh yang berperan penting menyiapkan acara proklamasi kemerdekaan.

Salah satu peran Latief Hendraningrat dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah menjadi pengibar bendera atau yang dikenal saat ini penggeret bendera Merah Putih yang dijahit oleh Fatmawati pertama bersama S Suhud.

Sedangkan saat,  waktu pendudukan Jepang, latif aktif dalam pelatihan militer yang diadakan oleh Jepang. Adapun Jepang mendirikan Peta, Latief ikut bergabung menjadi anggotanya.

Di Pembela Tanah Air (PETA) Latief sendiri berperan sebagai komandan kompi atau menyandang pangkat pangkat cudanco.

Jabatan sendiri ,  berada pada di bawah pangkat tertinggi yang saat itu berpangkat pribumi, yaitu daidanco atau komandan batalion.

BACA JUGA:Moehammad Jusuf Ronodipuro, Penyiar Proklamasi yang Nyaris Tewas Karena Siaran

Latif juga bagian dari golongan pemuda yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dirinya diangkat menjadi seorang anggota PETA dimana bertanggung jawab pada peristiwa Rengasdengklok. Sosok ini mengemban tugas yang cukup berat. Lebih lanjut,  ia bertanggung jawab terhadap keamanan lokasi juga bertugas menjamin kelancaran proklamasi dan keselamatan para peserta.

Usai pembacaan teks proklamasi, Latief menjadi pengibar Sang Saka Merah Putih jahitan Fatmawati. Latief Hendraningrat saatitu, menjadi pengibar bersama S. Suhud.

Saat itu Latief memakai seragam prajurit PETA karena beliau merupakan tentara Jepang. Saat akan memulai pembacaan proklamasi, tokoh bangsa berdatangan ke kediaman Ir Soekarno menjelang pukul 10.30 wib.

Pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia sendiri terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 dimana sekarang ini Jalan tersebut dikenal dengan dengan jalan Proklamasi, Jakarta,. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Soewirjo dan dr Muwardi.

Acara dimulai, Drs Moh Hatta datang dengan mengenakan pakaian putih-putih. Setelah semuanya siap, Latief Hendraningrat memberikan arahan kepada semua barisan pemuda, dan pada akhirnya mereka pun kemudian berdiri tegak dengan sikap sempurna. Selanjutnya juga, Latief mempersilakan Soekarno dan Hatta.

BACA JUGA:10 Tokoh Proklamasi, Ada Jurnalis Hingga Pedagang, Simak Nama – namanya di Sini!

Saat itu, pengibaran Bendera Merah Putih selalu diselanggarkan setiap peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, sebgai bentuk mengenang detik-detik proklamasi.

Namun, sejak 1969, bendera tersebut tidak pernah dikibarkan lagi. Sejak saat itu, yang dikibarkan untuk peringatan kemerdekaan RI adalah bendera duplikat yang terbuat dari sutra. Sementara itu, bendera pusaka yang asli disimpan di Monumen Nasional karena kondisinya yang sudah pudar dan rapuh.

Kategori :