KORANRADARKAUR.ID - Penjualan Chery Tiggo Cross di Indonesia mengalami lonjakan signifikan, menciptakan tantangan baru bagi PT Chery Sales Indonesia (CSI).
Tingginya minat konsumen membuat produksi tidak mampu memenuhi permintaan, sehingga banyak calon pembeli harus bersabar menunggu unit yang mereka pesan atau Inden Panjang.
Hingga saat ini, jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Chery Tiggo Cross telah mencapai 1.500 unit, sementara unit yang sudah dikirim ke pelanggan baru sekitar 200 unit.
BACA JUGA:Lonjakan Penjualan Chery J6 EV Tunjukkan Potensi Mobil Listrik Off-Road di Indonesia
"Antusiasme masyarakat terhadap Tiggo Cross sangat tinggi. Saat ini, permintaan sudah mencapai 1.500 unit, sementara pengiriman baru sekitar 200-an unit," ujar Budi Darmawan, Sales Director CSI.
Selain tingginya permintaan, proses peluncuran regional di berbagai daerah juga berkontribusi terhadap terus bertambahnya daftar pemesanan.
Chery Tiggo Cross hadir sebagai SUV yang menawarkan desain modern dengan harga yang cukup menarik di kelasnya, yaitu berkisar Rp 249,5 juta hingga Rp 279,5 juta.
Mobil ini dibekali mesin 1.5L naturally aspirated (NA) yang menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi 138 Nm, serta dipadukan dengan transmisi CVT.
BACA JUGA:Chery Tantang Dominasi Toyota di Segmen Hybrid, Siap Bersaing di Pasar Global
Dengan kapasitas lima penumpang, mobil ini menargetkan konsumen yang menginginkan kendaraan stylish dengan fitur lengkap.
Namun, dengan harga tersebut, konsumen juga memiliki pilihan lain, termasuk mobil bekas premium yang menawarkan kenyamanan dan performa lebih tinggi.
Dengan budget serupa, beberapa model dari merek premium seperti Lexus atau BMW bisa menjadi alternatif menarik bagi mereka yang menginginkan kendaraan dengan spesifikasi lebih tinggi.
Bagi calon pembeli, keputusan antara menunggu inden Tiggo Cross atau mempertimbangkan opsi lain tentu bergantung pada preferensi masing-masing, baik dari segi fitur, kenyamanan, maupun gengsi kendaraan.