Pengawas : Panen Hasil P5 SDN 61 Kaur Layak Dicontoh

FENTY/RKa STAND: Stand penjualan gelaran panen hasil murid SDN 61 Kaur, Selasa (5/12).--

NASAL - SDN 61 Kaur di Desa Tebing Rambutan melaksanakan gelaran karya panen hasil Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Selasa (5/12). Tema dalam kegiatan ini mengusung tema gaya hidup berkelanjutan.

Dengan mengolah tanaman singkong menjadi makanan pokok. Kegiatan dibuka Pengawas SD Thamrin, M.Pd, dan dihadiri Bhabinkamtibmas Polsek Nasal, Pemdes Tebing Rambutan, Pengurus Komite dan seluruh orang tua murid. 

Pengawas SD Thamrin, M.Pd mengakui, pergelaran panen hasil SDN 61 Kaur sudah berlangsung sangat bagus. Karena antara Kepsek dan masyarakat sudah mempunyai kerjasama yang baik.

Kegiatan ini difokus utamanya atas kebijaksanaan masyarakat yang ada di desa setempat, dalam menyukseskan kegiatan.

Sehingga Kepsek dan dewan guru hanya memfasilitasi yang ada di sekolah. Namun di sisi lain semua sudah disiapkan oleh masyarakat di Desa Tebing Rambutan terutama orang tua murid. 

Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan pergelaran karya panen hasil, sudah dilaksanakan secara matang. Dia berharap, ke depannya SDN 61 Kaur menjadi contoh sekolah terbaik yang ada di wilayah Maje dan Nasal di jenjang SD.

Karena SDN 61 Kaur ini satu-satunya sekolah jenjang SD, yang menjadi sekolah penggerak di wilayah Maje dan Nasal. 

Kepala SDN 61 Kaur Media Agustina, M.Pd mengucapkan, terima kasih kepada orang tua murid yang telah menyukseskan pergelaran panen hasil P5 ini. Ia juga mengakui, orang tua murid selalu mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh sekolahnya.

Dalam pergelaran panen hasil ini, sarana dan prasarana disediakan oleh orang tua murid. Mulai dari tenda, hingga stand-stand jualan murid. Pihak sekolah hanya memfasilitasi dengan menyiapkan rangkaian acara. 

"Kami sangat berterima kasih sekali kepada orang tua murid. Yang selalu mendukung penuh kegiatan positif yang dilaksanakan oleh sekolah, dengan memberikan dukungan mulai dari pendanaan hingga tenaga," ungkapnya.

Ia juga mengakui, dalam pergelaran hanya diikuti oleh kelas IV, V dan VI yang berjumlah sembilan kelompok. Dengan kelas IV terdapat lima kelompok dan kelas V dua kelompok dan kelas VI dua kelompok.

Dalam pembuatan produk singkong murid dibantu oleh orang tua mereka. Jadi semua kegiatan pergelaran ini melibatkan seluruh orang tua murid.

Ia berharap, semoga pergelaran panen hasil tahun depan bisa lebih meriah dari tahun ini, sehingga terus memikat para pengunjung untuk membeli makanan yang diproduksi oleh murid dan orang tua. 

"Kami berharap silaturahmi antara sekolah dan orang tua tidak pernah putus. Sehingga ke depannya, akan terus meningkatkan kualitas dalam pergelaran untuk lebih meriah lagi," harapnya.(fps)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan