Tentang Debat Capres-Cawapres, Doni Gahral: Harus Ada pertengkaran Pikiran

Doni Gahral--

RADAR KAUR - Kampanye Pemilu 2024 sudah resmi digelar. Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) harus mendekatkan diri ke masyarakat.

Selain itu, pasangan Capres dan Cawapres juga harus memperkenalkan program dan mengadu visi misi satu sama lainnya.

Adu visi misi dan program diantaranya melalui kegiatan debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengatakan, pihaknya masih menggodok format debat yang ideal. Ia berharap debat yang disuguhkan nanti bisa berlangsung sehat dan rasional.

Selain itu, Hasyim Asyari juga menyebutkan bahwa turunan dari tema yang ditentukan undang-undang juga sedang dirumuskan. 

Kemudian, dikutip rakyatbengkulu.disway.id, KPU RI juga masih harus menentukan lokasi dan tanggal, ahli, panelis, moderator, hingga penyiaran.  

Untuk itu, Rabu (29/11/2023), rencananya KPU akan menggelar rapat sekaligus meminta masukan dari akademisi, pemerintah, hingga organisasi masyarakat sipil pada pagi hari. 

"Sorenya kita akan mengundang tim pasangan calon (Paslon) membahas kampanye metode debat Capres dan Cawapres," ujarnya di Kantor KPU RI tadi malam. 

Dengan adanya masukan para ahli dan peserta pemilu, diharapkan KPU bisa mengambil kebijakan yang partisipatif. Soal frekuensi debat, Hasyim Asyari menegaskan akan tetap berlangsung lima kali.

Itu merujuk pada ketentuan pada Undang-Undang Nomor: 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Selama UU Nomor: 7 tahun 2017 tidak direvisi, maka tidak akan ada perubahan.  

Lantas, apakah dibolehkan jika ada Cawapres yang tidak berkenan hadir? 

Hasyim Asyari menegaskan, tidak ada dalam sejarahnya Capres-Cawapres absen dalam debat kandidat.

"Semuanya punya itikad baik untuk hadir," tegasnya. 

"Topik itu kan sudah ada di UU, jadi semua calon, semua tim pasangan calon sudah bisa memprediksi kira-kira kalau topik ini apa saja," kata Hasyim  

Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Doni Gahral mengatakan, debat yang dilakukan harus betul-betul perdebatan yang berkualitas, ada pertengkaran pikiran. Bukan debat yang berisikan kampanye. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan