Terapkan P5, SMPN 25 Satap Kaur Ciptakan Produk Sendiri

IST/RKa -- TUNJUKKAN: Siswa dan guru SMPN 25 Satap Kaur Desa Trijaya Kecamatan Nasal tunjukkan produk hasil olahan mereka, Rabu (29/11).--

NASAL - Kelas VII SMPN 25 Satap Kaur Desa Trijaya Kecamatan Nasal telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengadakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Sehingga dalam penerapan P5, sekolah ini berhasil mengajak siswa untuk menciptakan produk sendiri. Dengan melakukan pengolahan perkebunan menjadi sebuah produk Cassava Chips atau keripik ubi. 

Kepala SMPN 25 Satap Kaur Thoha, S.Pd melalui Guru Koordinator Projek Alian Suhendra, S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolahnya salah satu modul P5 dengan tema kewirausahaan.

Dalam kegiatan ini siswa diajarkan untuk mengolah dari bahan mentah menjadi sebuah produk. Sehingga akan dijual belikan di pasaran. 

"Saat ini kami masih terus melakukan pengolahan bahan, sebagian sudah bisa dipasarkan. Namun untuk mulai dipasarkan hari Senin mendatang," ungkapnya.

Dia mengakui, dalam pembuatan produk Cassava Chips ini ada berbagai varian yang dihasilkan. Diantaranya varian original, pedas dan asam manis. Dia juga mengakui, sebelumnya pihaknya telah mengadakan penanaman ubi di belakang kelas.

Dengan bibit berasal dari siswa yang membawa dari rumah masing-masing. Setelah melalui proses panjang, kini pihaknya mulai melakukan panen ubi. Dengan bersama-sama memproduksi ubi menjadi sebuah produk yang bisa menghasilkan. 

Selain itu, untuk desain kemasan produk, pihaknya memanfaatkan aplikasi canva integrasi dengan Mapel Informatika. Sehingga berhasil, menciptakan nama sebuah produk Cassava Chips.

Dia berharap, produk yang akan dipasarkan oleh sekolahnya bisa laris terjual. Sehingga ke depannya produk Cassava Chips ini akan terus diproduksi oleh sekolahnya.

"Alhamdulillah, kami berhasil menciptakan P5 yang sederhana, dengan memproduksi Cassava Chips. Kami berharap, produk yang akan kami pasarkan ini nantinya bisa laris terjual, sehingga bisa menjadi moda kami untuk kembali mengolah produk tersebut," harapnya.(fps)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan