Tidak Mengimani Islam, Inilah Pendeta Yahudi yang Terbaik

Minggu 26 Nov 2023 - 19:06 WIB
Reporter : Admin
Editor : Admin

RADAR KAUR - Melansir laman nu.or.di, Minggu (26/11). Rasulullah SAW berkawan baik dengan Mukhairiq dari Kabilah Qainuqa’. Orang ini adalah pendeta Yahudi yang alim dan kaya raya. 

Meski berbeda agama, Mukhairiq tidak segan-segan membantu dan menolong Nabi SAW. Baik dalam hal moril atau pun materil. Bahkan, ia membela umat Islam ketika orang-orang Yahudi menentang dan melanggar Piagam Madinah. 

Piagam Madinah merupakan sebuah perjanjian bersama lintas iman, lintas suku dan lintas kelompok di Madinah. Ia berada di barisan Rasulullah SAW ketika terjadi terjadi peperangan antara kelompok umat Islam dengan kelompok Yahudi, maupun dengan kafir Quraisy Makkah.

“Karena orang-orang Yahudi telah melanggar Piagam Madinah,” kata Mukhairiq ketika ditanya mengapa ia berperang bersama Rasulullah, sebagaimana dikutip dari buku Membela Kebebasan Beragama Buku 1 (Budhy Munawar-Rachman, 2011).

Mukhairiq memandang Piagam Madinah harus dipegang erat, karena itu adalah perjanjian bersama. Salah satu isi dari piagam tersebut adalah semua warga Madinah harus bersatu,

saling mendukung dan saling melindungi ketika ada serangan dari luar. Namun sekelompok Yahudi malah bersekutu dengan kafir Quraisy untuk menyerang Rasulullah SAW dan umat Islam.

Inilah yang membuat Mukhairiq mendukung Rasulullah SAW dan melawan saudara Yahudinya sendiri. Ia tahu, dalam hal ini Rasulullah SAW dan umat Islam adalah kubu yang benar.

Mukhairiq juga menolong Rasulullah SAW dan pasukan umat Islam ketika Perang Uhud. Ia memutuskan untuk ikut berperang bersama Rasulullah dan umat Islam melawan kafir Quraisy.

Tidak hanya itu, Mukhairiq juga menyerukan dan mengajak Yahudi Madinah untuk berperang bersama Rasulullah melawan kafir Quraisy. 

Namun, Yahudi Madinah menolak karena pada saat itu Hari Sabat. Salah satu hari raya umat Yahudi. “Tidak ada perayaan Hari Sabat bagi kalian!” kata Mukhairiq, sebagaimana yang terekam dalam kitab Sirah Nabawiyyah (Ibn Hisyam al-Mu’afiri,1994). 

Sebelum berangkat ke medan Perang Tabuk, Mukhairiq membuat sebuah pengumuman penting. Sebuah pengumuman yang menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung sahabatnya, Rasulullah.

Ia mengumumkan bahwa hartanya agar diberikan kepada Rasulullah manakala ia meninggal dalam Perang Tabuk.  

Benar saja, Mukhairiq meninggal setelah terkena luka parah dalam Perang Uhud. Semua hartanya pun diterima Rasulullah. Nantinya, harta pemberian Mukhairiq ini digunakan Rasulullah SAW untuk membiayai umat Islam di Madinah. Baik untuk biaya perang maupun biaya kehidupan sehari-hari.

Pada saat mengetahui Mukhairiq meninggal, Rasulullah mengeluarkan sebuah komentar yang cukup menarik. Kata Rasulullah, Mukhairiq adalah sebaik-baik orang Yahudi (Mukhairiq Khairul Yahud).

Itulah sepenggal kisah tentang sosok Mukhairiq yang meski berbeda keyakinan dengan Rassullah SAW. Namun, merupakan sosok yang mendukung kebenaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Semoga kisah ini menginspirasi pembaca setia Radar Kaur.  Wassalam. (*/yie)

Tags :
Kategori :

Terkait