Kabar Harga BBM Naik Merebak, Warga Diminta Tak Panik, Cek Harga Terbaru

Kabar Harga BBM Naik Merebak, Warga Diminta Tak Panik, Cek Harga Terbaru

Senin 30 Mar 2026 - 20:13 WIB
Reporter : Rohidi Effendi
Editor : Dedi Julizar

BENGKULU SELATAN (BS) -  Kabar mengenai potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), dan kabar harga BBM naik yang mulai beredar di tengah masyarakat belakangan ini memicu kekhawatiran di sejumlah daerah, termasuk di BS Selatan.

Namun, pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ibul memastikan bahwa kondisi pasokan BBM hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali.

Manajer SPBU Ibul Radius Prawiro menegaskan, pihaknya belum menerima informasi resmi terkait adanya gangguan distribusi maupun kelangkaan BBM.

BACA JUGA:SPBU Air Numan Maje Sediakan 29 Ton BBM untuk Lebaran, Naik Dua Kali Lipat

BACA JUGA:Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Selama Nataru, Cek Kenaikan Pemakaiannya di Sini!

Ia memastikan bahwa suplai bahan bakar dari pihak terkait masih berjalan normal seperti biasanya.

“Belum ada informasi yang kami terima. Untuk saat ini stok aman dan terkendali,” ujar Radius saat dikonfirmasi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kekhawatiran masyarakat tidak sepenuhnya berdasar.

BACA JUGA:Distribusi BBM di Bengkulu Kembali Normal, Ini Penjelasan Pertamina

BACA JUGA:Penimbun BBM Subsidi di Bengkulu Sudah 8 Tahun Beroperasi, Begini Cara Polisi Mengungkapnya!

Meski demikian, aktivitas di SPBU Ibul menunjukkan adanya peningkatan jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi bahan bakar, terutama sejak pagi hari.

Antrean kendaraan pun terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa, diduga sebagai respons dari isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, operasional SPBU Ibul tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti. Distribusi BBM dilakukan secara rutin dan stok yang tersedia masih mencukupi kebutuhan harian.

Namun, tingginya permintaan membuat beberapa jenis BBM habis lebih cepat dari biasanya.

Untuk jenis Pertalite, misalnya, stok sebanyak 16 ton dilaporkan habis terjual sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, Pertamax dengan ketersediaan 8 ton bertahan hingga sekitar pukul 15.00 WIB sebelum akhirnya juga habis.

Kategori :