Camat Nasal Bakal Data Warganya yang Tidak Sekolah

Camat Nasal Bakal Data Warganya yang Tidak Sekolah

Rabu 12 Nov 2025 - 20:00 WIB
Reporter : Rega Jusa
Editor : Daspan Haryadi

NASAL – Kabar gembira bagi masyarakat Kecamatan Nasal. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Muara Nasal, Widyawati, S.Sos, menggagas program unggulan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Program tersebut berupa pendataan anak-anak di Kecamatan Nasal yang tidak atau sudah putus sekolah.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah kecamatan untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak di wilayah Nasal yang tertinggal dalam hal pendidikan.

BACA JUGA:Sidak Rehab Kantor Camat Nasal, Wabup Kaur Sampaikan Ini ke Pemborong

BACA JUGA:Pintu Depan Kantor Camat Nasal Ditutup, Berurusan Lewat Samping, Simak Penjelasan Camat

Pendataan akan dilakukan secara menyeluruh di 17 desa yang berada di bawah wilayah administrasi Kecamatan Nasal dengan melibatkan langsung pemerintah desa setempat.

Menurut Widyawati, pendataan ini tidak hanya mencatat jumlah anak yang putus sekolah, tetapi juga akan menelusuri penyebab mereka berhenti sekolah.

Dengan mengetahui akar permasalahan, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk membantu anak-anak tersebut agar bisa kembali menempuh pendidikan.

BACA JUGA:Plafon dan Atap Kantor Camat Nasal Jebol, Sebabkan Kebanjiran Saat Turun Hujan

BACA JUGA:Hari Pertama Kerja, Kapolsek Muara Nasal dan Camat Nasal Kunker ke Desa

“Program ini kami lakukan untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak di Kecamatan Nasal yang berhenti sekolah. Kami akan bekerja sama dengan seluruh pemerintahan desa untuk melakukan pendataan secara rinci,” ujar Widyawati, Rabu, 12 November 2025.

Ia menambahkan, jika dari hasil pendataan ditemukan anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi, maka pihak kecamatan bersama pemerintah desa akan berupaya mencarikan solusi.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah dengan mendorong mereka agar bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan alternatif yang digagas  Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur.

“Iya, kemarin sempat viral di Desa Tebing Rambutan ada anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Nah, untuk memastikan kasus seperti itu tidak terulang, kami membuka program pendataan ini. Anak-anak yang putus sekolah nantinya akan kami bantu agar bisa bersekolah kembali melalui Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Widyawati juga berharap dukungan dari seluruh masyarakat dan perangkat desa agar kegiatan ini berjalan lancar.

Kategori :